<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074</id><updated>2011-12-07T14:43:21.747-08:00</updated><category term='edisi kejahatan kristen'/><category term='Tanggapan Bang Nasr'/><category term='Tanggapa Padri Kristen (Bhtrg)'/><category term='Mono'/><category term='Hewan Berakal'/><category term='Dialog 2'/><category term='http://filsafat.kompasiana.com/'/><category term='kristen jahat'/><category term='alvin'/><category term='Nazharat'/><category term='dialog3'/><category term='Dialog'/><title type='text'>Anti Aswaja [Asosiasi Wajah Jahmiyah]</title><subtitle type='html'>Meniti Jejak Generasi Ulul Al-Bab

Kontak:021-95921309</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-1914732928320420093</id><published>2011-12-07T14:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T14:43:21.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggapa Padri Kristen (Bhtrg)'/><title type='text'>Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-1</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saudara Zulkarnain El-Madury seharusnya faham dulu apa itu ROH, TUBUH dan JIWA. Karena manusia itu terdiri dari roh tubuh dan jiwa. Kenapa tidak ada nafas/udara? Karena nafas sudah ada diantara roh tubuh dan jiwa.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Pertemuan antara nafas dan tubuh menghasilkan jiwa.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Contoh seperti orang tengelam saat sedang naik kuda,&lt;/strong&gt;orang dan kudanya sama-sama pingsan. Lalu diberikan bantuan pernafasan (udara) lalu ketika nafas itu mulai dipompa dan mengerakkan paru dan jantung dan sistem peredaran darah dan akhirnya SIUMAN. Ketika siuman telah&amp;nbsp;merangsang pekerjaan otak dan mulai berpikir menghasilkan jiwa. Jiwa mulai berpikir,&amp;nbsp;mungkin mulai menagis, mungkin tertawa, atau merenung dan lainnya, itu semua hasil&amp;nbsp;jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Demikian&amp;nbsp;juga kuda itu diberi bantuan pernafasan dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;mulai mengerakkan organ-organ lalu kuda siuman dan mulai bepikir (jiwa) lalu mulai meringkik gembira, mulai berlalri kesana kemari. Kuda itu hidup kembali/beraktifitas kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Bedanya manusia dengan kuda&lt;/strong&gt;, bahwa manusia yang MEMILIKI KEYAKINAN, maka dia&amp;nbsp;mulai berdoa dan didoakan, dia menggunakan rohnya (roh manusianya) untuk mengkontak Tuhan, dia bersyukur dengan menyembah Tuhan dengan rohnya (roh manusianya), alkitab mengatakan dengan roh dan kebenaran. Dalam hal ini kita tidak membicarakan hal&amp;nbsp;kebenaran, karena arti kebenaran dalam Yoh 4:23-24 adalah hanya didalam Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Namun apakah kuda itu juga bersujud dan menyembah Tuhan? coba tanya sama kuda kalau ada yang bisa,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;tapi yang pasti monyet datang ke kuil-kuil di India bukan untuk menyembah dewa-dewa tapi untuk mencari sisa-sisa makan atau menunggu mendapatkan makanan dari para pengunjung.&lt;strong&gt;Artinya monyet atau kuda atau binatang tidak memilki alat rohani, untuk menyembah roh.&lt;/strong&gt;Binatang dan Tumbuhan dan mahluk lainnya hanya memilki tubuh dan jiwa, minus roh. Sementara nafas/udara sudah wajib ada di dalam mahluk yang mengaku hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Mungkin pertanyaan yang lebih bergengsi dan sulit, bagaimana dengan anaerob? lain kali kita bahas. Namun pada dasarnya mereka hidup dan memilki tubuh dan jiwa yang simpel.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Lalu dari manakah kita mengenal adanya roh manusia? Dari cerita&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Adam dan Hawa. Tuhan mengatakan jika kamu makan pohon pengetahuan yg berada di tengah taman ini kamu akan mati,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;toh&amp;nbsp; mereka tidak mati, mereka mati secara rohani secara roh.&amp;nbsp; Artinya ternyata kematian itu bukan hanya kematian jiwa dalam arti lepasnya nafas dengan badan tetapi matinya roh manusia. Zakariah 12:1 &amp;nbsp;Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;dan yang menciptakan roh dalam diri manusia: (roh manusia adalah sangat special).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Selain itu ZE harus menyadari bahwa sulitnya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;memahami roh dan nyawa dan roh manusia dan Roh Tuhan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;PADA PERJANJIAN LAMA karena manusia SEDANG JATUH KEDALAM DOSA DAN ROH TUHAN dan roh manusia BERKONTAK SECARA LUARAN. Selain itu juga karena alkitab yang ditranslate kebahasa Indonesia tidak membedakan dengan jelas hal Roh-roh dalam arti rohani dan roh dalam arti nyawa. Contoh saja Nafas ilahi yang dihembuskan kepada Adam berarti Roh dalam arti rohani, dan itu yang membedakan manusia dengan ciptaan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Apa yang ditulis ZE akan pengetahuannya akan beda Roh Tuhan, roh manusia, roh dalam arti nyawa adalah sangat wajar karena saat itu sunguh roh itu dalam keadaan yang sulit untuk difahami. Jadi wajar kalau ZE kembali kepemahaman anak SD seperti di bawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Untuk ini terpaksa masuk sekolah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;SD&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;lagi.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;” Tas Budi” , “Buku Budi”, “rumah Budi”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;misalnya, bisakah diartikan bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tas,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Buku&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Rumah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Budi?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hal ini terjadi karena lemahnya pengenalan akan PRINSIP ROH, dan untuk mengenal DIMENSI ROH itu sungguh tidak semudah memahami tas, buku dan rumah Budi yang konkret, tapi Roh adalah dimensi yang&amp;nbsp; jauh dari pemahaman manusia yang hanya dimensi RUANG dan WAKTU. Dimensi ROH adalah DIMENSI yang mengalahkan RUANG DAN WAKTU bahkan TUHAN yang adalah ROH (dalam perjanjian baru) berada Dibumi dihati setiap orang percaya dan dalam waktu yang sama berada DISURGA. Bagaimana mungkin memahaminya dengan cara anak SD?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Index tentang&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;mempersentasikan sebuah kesaksian bahwa Roh Allah merupakan demensi manusia cerdas dan potensial, tidak pada menunjukkan bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;adalah keniscayaan tentang Allah, karena antara&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu memiliki subtansi yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;berdiri sebagai pemilik&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;, bukan penggabaran&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sebagaimana menjadi keyakinan kolektif dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Trinitas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Tanggapan untuk ZEM: bahwa Roh Allah yang menjadi kesatuan Trinitas hanya dapat difahami dalam DIMENSI ROHANI, karena kesatuan BAPA, ANAK dan ROH KUDUS adalah sebuah satu kesatuan didalam SUMBER ROH YANG SAMA YAITU SURGA. BAPA YG di SURGA, ANAK ALLAH&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;SURGA dan Kembali Ke&amp;nbsp;SURGA dan Roh Kudus yang TURUN dari SURGA……….MEREKA ADA DAN BERADA DAN BERSUMBER DARI SURGA…………..bersambung-2&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-1914732928320420093?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://filsafat.kompasiana.com/' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-1'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/1914732928320420093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_3918.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1914732928320420093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1914732928320420093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_3918.html' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-1'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-3641252278075422976</id><published>2011-12-07T14:28:00.001-08:00</published><updated>2011-12-07T14:33:35.607-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggapa Padri Kristen (Bhtrg)'/><title type='text'>Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-3</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Mari Perhatikan perkataan yohanes.&lt;strong&gt;ALLAH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ROH&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”(yohanes:4:24)&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;atau&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, padanan yang dibuat yohanes, dengan menetapkan hakikat atau esensi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;apa sebenarnya itu dijawab bahwa itulah Allah adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Padahal tidak seorangpun dari nabi sebelumya berani menyebut Allah itu Roh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: anda sangat keliru, karena yang dimaksud di sana adalah hanya roh-manusialah alat yang dapat digunakan untuk menyembah, kenapa? Karena Tuhan adalah ROH ADANYA. Dan kebenaran itu hanya roh-manusia yang di dalam pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, selain itu. Sorry ndak bisa.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Siapa yang mengatakan tidak ada baca kitab Kejadian dong, Roh Allah melayang-layang. Coba pelajari lagi lah bro. Dimensia Allah adalah dimensi roh sehingga jika kita ingin berkontak dengan Tuhan harus menyocokkan dimensi dulu masuk ke dimensi rohani, kembali kemanusia batiniah kita karena roh menjadi alat yang sangat penting dan berharga sebagai alat komunikasi antara Tuhan yang adalah ROH seperti ayat dibawah ini.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. (Amsal 20:27).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM:Yohanes berani menyandarkan kata roh itu sebagai Ucapan Yesus. “Pneuma” dan “pneumati” sama artinya menurut greek strong disebut Roh. Kalau itu maknanya benar, maka pertama yohanes telah menetapkan wujud Allah atas nama Yesus. Kedua Yohanes menetapkan Allah itu menjadi penjelma, bisa datang pada siapa saja sesuka hatinya, karena sifat&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;yang disebut juga Allah adalah versinya bermacam macam, bisa jahad dan juga bisa baik. Nalar seperti ini terdapat pada alkitab PL, tentang wujudnya Roh Dusta yang menuduh dan menjadi sebab semua Nabi menjadi pendusta karena-Nya, apakah itu sikap Tuhan, mengajarkan kelaliman pada diri Manusia, ciptaan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Yesus sebagai Allah bukan hanya dinyatakan di dalam Yohanes, Yesus adalah anak Allah karena Bapaknya adalah Allah. Yesus memilki seluruh cirri-ciri TUHAN, karena dia adalah 100% manusia dan 100% Tuhan. Tidak ada istilah jelma menjelma karena secara genetika pun Bapak menurunkan gen kepada anak.&amp;nbsp; Anda memakai pemahaman yang using, ILMU MODERN membuktikan bahwa YESUS adalah TUHAN…………….kebetulan saya&amp;nbsp;lulus bidang Bioproses engineering dari NCKU, jadi saya belajar genetika dan hal rekombinasi genetic.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Kalau Yesus itu sunguh secara genetika adalah Tuhan, namun kalau manusia dapat dianalogikan mengalami rekombinasi genetika Tuhan sehingga menghasilkan protein/sifat-sifat Tuhan, yang baik damai, suka cita dst.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Sebagai bukti bahwa&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu bisa menjadi sebab dusta, lihat dan perhatikan: Jawabnya:&amp;nbsp;&lt;em&gt;Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian. Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh dusta&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(1Raj. 22:22-23)(2Twa.18:21-22). Ini ayat fakta bahwa Allah itu juga Roh dusta, yang menyebabkan munculnya kebohongan dikalangan para menurut versi Alkitab. Apa tidak mungkin rentetan dari kejadian&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh dusta&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ini dapat pula menyimpulkan suatu wujud dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;” tuhan dusta pula”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Logika anda terlalu sempit untuk memahami logika Tuhan, kehendak Tuhan.&amp;nbsp; Tuhan adalah Tuhan, sekali lagi Tuhan adalah Tuhan, Rancangan TUHAN bukan seperti Rancangan Manusia. Tuhan mengirim roh jahat kepada Raja Saul karena dia tidak taat, itu adalah hak Tuhan. Tuhan membunuh anak sulung Firaun, itu adalah hak Tuhan. Tuhan menggunakan dukun BILEAM untuk menunjukkan bangsa Israellah yang diberkati, itu hak Tuhan. Jadi anda melihat terlalu sempit.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Terakhir,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh ciptaan allah&lt;/strong&gt;:&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dalam diri manusia (Zakharia 12:1).&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Maknanya adalah bahwa Roh Allah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;itu roh&lt;/strong&gt;ciptaan Allah, bukan rohnya Allah kalau ada kalimat&amp;nbsp;&lt;em&gt;“&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;melayang layang ditas Air”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;akan bermakna sebelum wujud manusia seluruh roh ciptaan Allah melayang layang diatas Air, Bukan berarti Allah berenang diatas air atau sedang berenang gaya kupu kupu layaknya seorang perenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: hehehe……..anda salah lagi roh dalam manusia itulah rohani yang dapat berkontak dengan Tuhan. Tuhan menciptakan roh didalam diri manusia itulah menunjukkan manusia itu special dari ciptaan lain.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Ayat Roh Allah melayang-layang di atas air, itu tidak seperti yang anda bayangkan. Tidak sederhana itu, karena air melambangkan kehidupan, dan Tuhan sedang menyiapkan kehidupan dikitab kejadian itu………panjang ceritanya pak ZUL.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM:Terlebih. Lihat Nubuat tentang keluarga Daud:&lt;em&gt;”&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Aku akan mencurahkan ROH PENGASIHAN&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan ROH PERMOHONAN atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung”.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Za.12:10). Kalau ayat ini disebut Nubuwat, maka kelahiran Yesus hanya merupakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Curahan Roh Pengasihan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ROH&lt;/strong&gt;Permohonan, oleh sebab itu kata kata yesus hanya selalu bertutur kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“kasih”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan berdoa pada “Tuhan”.Atau disebut pemberian dan anugrah Allah, berupa kasih dan sayang yang dicurhkan dalam diri Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Coba bacalagilah nubuat-nubuat yang lain tentang YESUS supaya lengkap pemahaman anda, karena disana menjawab secara lengkap tentang RENCANA TUHAN didalam Yesus.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Maka ketika Maria mengandung Yesus bukan Roh Allah (Allah) masuk kedalam Raga Maria menghamilkan Maria, tetapi Allah mencurahkan Roh ciptaan-Nya, yang berbentuk kasih dan do’a pada Yesus dalam bentuk janin, kehamilannya yang tanpa Suami itulah kemudian disebut ada keterlibatan Allah tidak langsung, dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“media perantara”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;mencurahkan roh ciptaannya pada maria, melalui seorang Utusan yang disebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Kudus, yang&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;pasti adalah softwer, perangkat lembut dan kudus (suci), bila bukan malaikat siapa lagi, karena malaikat pada .intinya adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh roh Tuhan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;kudus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Apa ada yang berani menyatakan bahwa Malaikat bukan Roh ?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Anda menyederhanakan masalah dengan logika anda, anda bicara malaikat Tuhan (messanger), padahal malaikan Tuhan adalah roh adanya. Namun bagaimana logika anda dapat menerangkan bahwa malaikan yang roh melulu menjadi daging (janin) di dalam Kandungan Maria?. Bagaimana anda menerangkannya? Namun karena Tuhan sendiri melakukannya semua itu menjadi MUNGKIN. Jadi logika anda itu tidak tepat karena ternyata Yesus didalam hidupnya menunjukkan ketuhanannya bukan kemalaikatannya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Buktinya lihat baca: Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ROH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;strong&gt;MALAIKAT&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang telah berbicara kepadanya.” (Kis. 23:9)…Dan baca pernyataan Kitab wahyu, ada ucapan yang disandarkan pada Yesus:&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ketujuh Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!&lt;/em&gt;. (WHY 3:1) Apa yang menarik dalam ayat tersebut, kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“TUJUH ROH ALLAH”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Jadi Roh Allah bukan hanya satu, tetapi Banyak, maka kata “trinitas” itu tidak dapat diabadikan begitu saja untuk keyakinan Trinitarium.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;TAnggapan: BENAR-BENAR ASAL TULIS, KEBRTULAN KAMI SEDANG BELAJAR WHY diajar oleh seorang Professor, PhD lulusan Union Seminari USA. 1. Anda sunguh tidak mengenal roh karena anda mati secara rohani. 2. Anda asal comot dan asal tulis, &amp;nbsp;3. Anda tidak faham yang anda tulis. &amp;nbsp;&amp;nbsp;Contoh Tujuh Roh Itu disana mewakili tujuh gereja, bacalah sampai habis ke7 gereja itu dari Epesus sampai Pergamus. Nanti anda akan sadar bahwa anda salah lagi. Lalu seenak perut dikaitkan dengan trinitas hehehe. Kasihan anda.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Kesimpulannya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu adalah para utusan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang disebut Malaikat, bisa juga berarti&lt;strong&gt;rahmat Allah&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Ilmu Allah&lt;/strong&gt;,dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;anugrah Allah&lt;/strong&gt;, bukan berarti&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sebagaimana Obsesi gereja yang bersenandung bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, tidaklah demikian maksudnya. Maka pengertian&lt;strong&gt;Roh kudus&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang datang pada Maria itu adalah Gabriel itu sendiri. “&lt;em&gt;Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Gabriel&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;YANG MELAYANI ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu&lt;/em&gt;.”(luk 1:19), ini tafsiran dari kata,”&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Barangkali ada ROH atau MALAIKAT yang telah berbicara kepadanya.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(Kis 23:9), makin memperkuat bukti bahwa ROH ALLAH atau ROH kudus yang datang pada Maria itu adalah Jibril (&lt;strong&gt;Seorang Malaikat&lt;/strong&gt;), dialah yang bertugas menyempurnakan penciptaan manusia tanpa suami manusia berjenis kelamin pria.&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Gabriel&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pergi ke sebuah kota di&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Galilea&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bernama Nazaret”&lt;/em&gt;(Lukas 1:26). Jadi Roh Kudus itu adalah malaikat itu sendiri, kalau Iblis disebut roha jahat, maka malaikat jibril (Gabriel) disebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ROH KUDUS&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Maka kata Roh tidak sepentasnyalah dialamatkan pada perkataan&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Yang benar Allah Pemilik Segala ROH, ciptaan-Ny&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan. Alkitab mengatakan SEPERTI SUMSUM DENGAN TULANG DEMIKIANLAH ROH DAN JIWA MANUSIA. Artinya kalau anda mau melihat sumsum maka anda harus memecahkan tulang. Artinya kalau anda mau mendapatkan pemahan rohani anda harus menghancurkan jiwa anda dulu. Jiwa identik dengan logika, ego, emosi dan sebagainya. Jiwa itu harus dihancurkan untuk dapat mengenal roh/rohani. Artinya harus ada IMAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Logikanya seorang Pak ZEM, yang luaran, yang mengandung dosa Adam, mau mengenal Roh Tuhan didalam KEKERISTENAN tanpa menggunakan rohani keristen, perangkat rohani keristen, bagaimana mugkin dapat mengenal Tuhan&amp;nbsp; yang adalah ROH DIDALAM KEKERISTENAN. Harus beriman dulu, percaya dan dibaptis dan menerima urapan ROHKUDUS lalu dapat melihat Tuhan didalam kekeristenan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Akhirkata, tak ada gading yang tak retak, dan kiranya Tuhan mengampuni kita semua.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-3641252278075422976?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://filsafat.kompasiana.com/' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-3'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/3641252278075422976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_6370.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/3641252278075422976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/3641252278075422976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_6370.html' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-3'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-1708907046578958275</id><published>2011-12-07T14:22:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T14:22:40.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggapa Padri Kristen (Bhtrg)'/><title type='text'>Menanggapi Tulisan Zulkarnain El-madury hal: Roh Tuhan Bukanlah Tuhan Menurut Alkitab</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Pertama kesalahan seorang Zulkarnain El-madury (ZE) menggunakan dan memakai ayat alkitab seenak perutnya dan melogikakannya seenak perutnya juga. Kedua ZE adalah&amp;nbsp;orang yang bukan Keristen yang tidak memilki ROH TUHAN didalam hatinya, ZE mati secara ROHANI KERISTEN sehingga dia cendrung melakukan logika berdasarkan ayat-ayat yang TIDAK KONTEKSTUAL, padahal setiap ayat yang diturunkan itu memiliki VARIABEL RUANG dan WAKTU serta TUJUAN yang khusus.&amp;nbsp; Yang ketiga ZE sudah lebih awal memilki&amp;nbsp;MOTIVASI NEGATIF yang dapat dilihat dari paragraf awal ”&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Sebab dalam alkitab, banyak sekali masalah bahasa, atau terjemahan yang kurang tepat, sehingga memungkinkan alkitab lebih banyak salahnya, ketimbang benarnya.”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Membancanya saya hanya tertawa saja sambil binggung kok ada orang seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hukuman Orang Menghina TUHAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;ZE dan tulisan macam ini tidak akan membuat orang Kristen sakit hati dan marah, ini adalah hal yang wajar karena ZE berada diluar kekristenan, selain itu didalam kekristenan&amp;nbsp;TIDAK DIAJARKAN &amp;nbsp;untuk MENGHAKIMI, oleh karena jika ada seorang Kristen yang membaca paling mereka akan menyeru nama TUHAN, OH TUHAN YESUS JADILAH KEHENDAKMU, artinya kalau ZE perlu mendapat hukuman dari TUHAN maka itu adalah hak Tuhan semata.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Saya mengingatkan kata Yesus, kalau anda menghina Anak manusia dosa anda diampuni, kalau anda menghujat Roh Kudus dosa anda tidak terampuni. (dengan kalimat bebas saya tulis pernyataan Yesus).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Roh Tuhan yang ada didalam Alkitab adalah sebuah manifestasi dari kehidupan orang percaya dari sejak penciptaan hingga kepada masa depan manusia seperti yang ditulsikan dalam Wahyu. Ketika berbicara Roh Tuhan kita berbicara hal yang SUCI, MULIA dan KUDUS. Disisi lain ada seorang bernama ZE yang membicarakan Tuhan seenak perutnya, apakah yang&amp;nbsp;dia MAKSUD TUHAN YANG KUDUS ITU atau tuhan yang ada didalam otaknya, didalam logikanya? Mengapa membicarakan Tuhan dengan prasangka buruk, tuhan mana yang mengajarkan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia Luaran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan sejarah Gereja, alkitab mengatakan akan banyak pengajar-pengajar palsu dengan berbagai tipu daya, namun secara pribadi ZE ini tidak termasuk pengajar-pengajar PALSU itu, karena pengajar-pengajar PALSU itu mengaku percaya kepada Yesus dan&amp;nbsp;namun melakukan pembusukkan ke dalam Gereja.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;ZE ini hanya seorang yang belajar melihat Tuhan dari kacamata seorang manusia LUARAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;MAnusia Luaran adalah masusia&amp;nbsp;yang tidak hidup didalam anugerah keselamatan Tuhan. Bukan menghakimi&amp;nbsp; tapi minimal saat&amp;nbsp;ini karena bisa saja&amp;nbsp;Roh Kudus bekerja dan ada perubahan seperti terjadi pada Jusuf Roni dan lain-lain.&amp;nbsp;Dia hidup diluar sistem Tuhan sistem keselamatan Tuhan di dalam Yesus.&lt;strong&gt;Karena Yesus telah membangun sistemnya, Tuhan mengirimkan Yesus, anaknya melalui perawan Maria. Artinya BAPAK YESUS ADALAH TUHAN/YHWH, secara ILMU GENETIK, karena BAPAKNYA ADALAH TUHAN maka ANAKNYA MEMBAWA GEN TUHAN, jadi YESUS adalah TUHAN SECARA GENETIKA.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Kalau mau berbicara ROH TUHAN didalam Alkitab, harus disadari bahwa Tuhan adalah ROh dan TUHAN adalah TUHAN. Manusia dapat mengenal TUHAN dari PEKERJAANNYA, dari CIPTAANNYA.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Oleh Karena itu ALKITAB DENGAN JELAS MENGATAKAN&amp;nbsp; BAHWA RAHASIA BAPA ADALAH PADA ANAK. Artinya adalah kalau mau mengenal TUHAN maka lebih lagi mengenal YESUS.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ZE Juga Manusia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Orang selevel Ibrahim saja gagal mengenal Tuhan dengan Sempurna, begitu juga Yusuf, Daud, Sulaiman dan sebagainya………..semua itu adalah kisah perjanjian, dan mereka semua adalah orang terkemuka didalam masanya dan menjadi cikal-bakal orang-orang JENIUS didunia ini.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Mereka saja gagal mengenal TUHAN ROH apalagi seorang yang ZE yang hanya belajar kulitnya saja dan bukan keyakinannya sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;ZE dengan kemanusiaanya&amp;nbsp;ingin memahami TUHAN yang adalah ROH adanya…………akhirnya kesimpulannya seperti yang ditulis dalam tulisannya dan ujung-ujungnya untuk menidakkan keTuhanan Yesus. Itu adalah sebuah pekerjaan yang sia-sia dan menghianati&amp;nbsp;ROH KUDUS dan TUHAN.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Kalau anda mengatakan bahwa rohkudus itu adalah semangat, atau yang memberi semangat itu&amp;nbsp;benar tetapi itu bukan ROH KUDUS, ROHKUDUS identik dengan Kuasa coba lihat ayat dibawah:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Alkitab memberitakan kepada kita :&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kolose 1:11&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;Semoga dgn kuasa dari Allah yg agung, kalian dikuatkan shg kalian sanggup menderita segala sesuatu dengan sabar dan senang hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: Arial;"&gt;Kis 1:8 “Kamu akan menerima kuasa,&lt;br /&gt;kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Kedua ayat dari banyak ayat alkitab menyatakan&amp;nbsp; TUHAN atau ROH KUDUS&amp;nbsp; memberi Kuasa bukan semangat. Untuk itu coba lagi dipelajarilah, mudah-mudahan mendapat hikmat dari Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak Ada Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Salam mengenal Tuhan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;ini link yg perlu dibaca biar dpt gambaran siapa Yesus itu&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/08/11/yesus-adalah-segala-galanya/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/08/11/yesus-adalah-segala-galanya/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/08/08/yesus-allah-secara-genetik-yesus-anak-allah/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://edukasi.kompasiana.com/2010/08/08/yesus-allah-secara-genetik-yesus-anak-allah/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/18/siapakah-yesus/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/18/siapakah-yesus/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/11/yesus-allah-yang-tidak-kelihatan/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/11/yesus-allah-yang-tidak-kelihatan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/06/18/bapa-anak-roh-kudus-roh-itu-trinitas-dari-prinsip-roh/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/06/18/bapa-anak-roh-kudus-roh-itu-trinitas-dari-prinsip-roh/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/29/kekekalan-dalam-kekekalan/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/29/kekekalan-dalam-kekekalan/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/22/mempelai-wanita-yesus/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/22/mempelai-wanita-yesus/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/26/cerita-alkitab-tentang-akhir-zaman/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/26/cerita-alkitab-tentang-akhir-zaman/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/19/fenomena-yesus-berjalan-di-atas-air/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/19/fenomena-yesus-berjalan-di-atas-air/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/16/neraca-energi-yesus-mengubah-air-menjadi-anggur/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/16/neraca-energi-yesus-mengubah-air-menjadi-anggur/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="htthttp://filsafat.kompasiana.com/2010/01/26/moral-atau-rohani/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;htthttp://filsafat.kompasiana.com/2010/01/26/moral-atau-rohani/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/26/moral-atau-rohani/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/26/moral-atau-rohani/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/23/teori-dimensi-dan-ketuhanan-alam-roh/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/23/teori-dimensi-dan-ketuhanan-alam-roh/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/18/hal-roh-manusia/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/18/hal-roh-manusia/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/16/ketuhannan-yesus/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/16/ketuhannan-yesus/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/13/neraca-energi-roh-jesus-menaklukkan-topan/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/13/neraca-energi-roh-jesus-menaklukkan-topan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/11/mengaktifkan-roh-manusia-seorang-kristen-tinjauan-bible/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/11/mengaktifkan-roh-manusia-seorang-kristen-tinjauan-bible/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/10/roh-kudus-adalah-tuhan-yang-selalu-online-dan-available-tinjauan-bible/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/10/roh-kudus-adalah-tuhan-yang-selalu-online-dan-available-tinjauan-bible/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/08/roh-tuhan-yang-kemerdekaan/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/08/roh-tuhan-yang-kemerdekaan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/05/siapa-yang-meng-upload-roh-anda-ke-surga-alam-maya-dan-dimensi-surga-menurut-iman-kristiani/" rel="nofollow" style="color: #1170a0; text-decoration: none;"&gt;http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/05/siapa-yang-meng-upload-roh-anda-ke-surga-alam-maya-dan-dimensi-surga-menurut-iman-kristiani/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-1708907046578958275?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://edukasi.kompasiana.com/' title='Menanggapi Tulisan Zulkarnain El-madury hal: Roh Tuhan Bukanlah Tuhan Menurut Alkitab'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/1708907046578958275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menanggapi-tulisan-zulkarnain-el-madury.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1708907046578958275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1708907046578958275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menanggapi-tulisan-zulkarnain-el-madury.html' title='Menanggapi Tulisan Zulkarnain El-madury hal: Roh Tuhan Bukanlah Tuhan Menurut Alkitab'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-7080826993290485023</id><published>2011-12-07T14:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T14:16:54.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggapa Padri Kristen (Bhtrg)'/><title type='text'>Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-2</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Allah kekal&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: &amp;nbsp;Tentang Roh Allah terdapat ratusan dalam alkitab, mulai dari perjanjian baru sampai perjanjian lama.Diantaranya terdapat dalam;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kej. 1:2, Kej. 41:38, Kel.31:3,31, Bil. 24:2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dan masih banyak lagi terpampang dengan jelas menyebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Allah. Hanya saja masalahnya tidak seperti gambaran&lt;strong&gt;paganis,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;identik dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sebuah renungan yang salah yang berbasis pada kesimpulan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;doktrin.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;ROH Allah dalam kejadian itu adalah ALLAH sendiri, dan bagaimana untuk mengenal itu adalah ALAH SENDIRI, diperlukan IMAN. Allah tidak kelihatan, namun IMAN adalah percaya namun tidak harus melihat.&amp;nbsp; Jelas dikatakan bahwa ALLAH adalah ROH, sehingga untuk measuk kedimensi ROH perlu iman. Tentunya sebuah keyakinan yang ditanamkan melalui DOKTRINASI, namun doktrinasi itu menjadi tidak penting disaat seorang itu telah MENGALAMI SENDIRI ARTI&amp;nbsp; BERIMAN. Doktrin yang ditanamkan adalah suatu hal yang sangat penting agar tidak lari dari PATTERN berTUHAN. Agar supaya jangan SESUKA HATI MENCAMPURKAN TUHAN DENGAN tuhan-tuhan lain. AGAR MENGENAL DENGAN BENAR DAN TEPAT DALAM HIDUP ROHANI GEREJA SESUAI FIRMAN TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Bila mau cerdas, tidak seharusnya menetapkan kaidah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;dengan konsep tritunggal. Tetapi perlu menggunakan perangkat lembut yang disebut akal, guna upaya menemukan seberkas harapan kebenaran jawaban, bukan pakewoh dan terbawa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;illusi doktrin mania&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang berkepanjangan. Itu sih namanya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;fanatic buta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, akalnya menjadi tak berguna karena menjadi backing dari sesuatu yang sebenarnya sangat transparan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: anda merasa lebih cerdas, tapi anda tidak dapat menunjukkan kecerdasan anda. Anda mengatakan kaidah Roh dengan konsep Tritunggal, padahal itu sebuah kesimpulan dari PROGRES HIDUP BERTUHAN orang-orang PERCAYA. Ngertikan artinya Progress. Ini merupakan MANIFESTASI ORANG-ORANG BERIMAN dalam MENGALAMI TUHAN dan MENYAKSIKAN TUHAN, bahwa SECARA ROHANI TUHAN bekerja dan anda mengatakan itu ILUSI DOKTRIN MANIA, siapakah ANDA, siapakah TUHAN anda? PERTANYAAN BUAT ANDA, BAGAIMANA ANDA DAPAT MENJAMIN KALAU ANDA SEMBAHYANG SAMPAI KEPADA TUHAN YANG BENAR? TOLONG BUKTIKAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Namun didalam kekeristennan jelas dikatakan Roh Penolong = Roh Kudus, yang selalu menjamin hubungan MANUSIA dengan TUHAN didalam Yesus. Apa perangkat agama dan keyakinan anda sehingga ada jaminan anda menyembah Tuhan yang benar katakatanlah Tuhan yang benama Allah itu?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: &amp;nbsp;Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,dan telah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kupenuhi dia dengan Roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dengan keahlian dan pengertian dan&lt;strong&gt;&lt;em&gt;pengetahua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;n, dalam segala macam pekerjaan, Kel. 31.1-3 dari translet bahasa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau yunani&lt;strong&gt;&lt;em&gt;:” pneuma”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;artinya cukup banyak: Spirit or spirit 232, wind 92, breath 27, side 6, mind 5, blast 4, vain 2, air 1, anger 1, cool 1, courage 1, misc 6(Roh atau roh, angin, napas, samping, pikiran, dst.).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Jelas bukan bahwa saat itu Tuhan itu adalah Tuhan yang luaran, Tuhan hadir dengan caraNYA kepada siapa saja dan membuat orang itu pintar dan memilki kemampuan. Dalam hal ini HARUS DIKETAHUI BAHWA TUHAN ITU DAPAT MENJADI APA SAJA DAN DAPAT MENYURUH SIAPA SAJA. Tuhan adalah sumber segala HIKMAT , kepintaran, tentunya dalam ARTI POSITIP dan dengan&amp;nbsp; maksud tertentu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Contoh Tuhan menyuruh dan memakai BILEAM sang ahli nuzum (dukun), untuk menyampaikan KEHEBATAN BANGSA ISRAEL KEPADA RAJA MOAB, baca Bilangan 22.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Didalam kata lain alkita menyebutkan: Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Biarlah TUHAN,&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;segala makhluk&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.(bil. 27:15-17). Distu juga menggunakan kata&lt;strong&gt;&lt;em&gt;: “xwr ruwach”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Artinya sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Baca dengan benar Kitab Bilangan itu, disana ARTI ROH BUKAN ROH dalam arti ROHANI, tetapi nyawa. Tuhan segala mahluk yang bernyawa. Bilangan itu berisikan perjalanan bangsa Israel dan banyak penyimpangan dan banyak nyawa melayang.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM- Maka Ayub melanjutkan uraiannya: “Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memedihkan hatiku, selama nafasku masih ada padaku, dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;” masih&amp;nbsp;&lt;strong&gt;di dalam lubang&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;hidungku&lt;/strong&gt;, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya. (Ayub:27:1-4).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Ya benar disana Ruwach adalah nyawa bukan rohani, dan coba perhatikan ayat dibawah ini the breath of God dan bukan spirit of God. Artinya apa?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;“[As] God lives, [who] has taken away my justice, And the Almighty, [who] has made my soul bitter, As long as my breath [is] in me, And the breath of God in my nostrils,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Artinya disana bukan ROH ALLAH, anda keliru, tetapi nyawa yang bersumber dari ALLAH, karena Allah roh segala mahluk ==the same meaning bro. yaitu nyawa, masih bernafas masih bernyawa.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Silahkan lihat vocabulary aalkitab, tetap menggunakan kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;lalu haruskah dipalingkan pengertiannya pada makna lain yang tidak sejalan dengan kaukus&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ruwach&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dengan menyamakan kedudukan kata ruwach itu allah. Allah itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ruwach.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Kalau makna itu itu diambil sebagai dalil penetapan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh allah&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, justru mengaburkan kedudukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tuhan (YHWH)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu sendiri. Karena&lt;strong&gt;YHWH&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;, maka otomatis semua unsur&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dimuka bumi itu adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;YHWH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, bukankah ini paganis namanya ?. Jadi tidak tepat kalau menyamakan Roh dengan Allah. Tentu perlu corak lain dan makna lain sehingga tidak mendatangkan bencana pemahaman. Untuk secara aksiomatis, mungkin masih perlu koneksi lain, guna menentapkan kedudukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Tetapi dalam perkara alkitab, aksioma itu harus merujuk pada kenyataan bahwa roh Allah bukanlah Allah, artinya :&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah dari roh segala makhluk, bukan Allah itu sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;TAnggapan: anda yang bingung jangan ngajak orang binggu dong.&amp;nbsp;Saya memaklumi hal yang bapak bingungkan karena bapak tidak melihat secara keseluruhan arti roh dan roh.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM-Bisa diperhatikan ayat dari 1 Samuel ketika bicara Saul: Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya, dan ia bertanya: “Ada apa dengan orang-orang itu, sehingga mereka menangis?” Mereka menceritakan kepadanya kabar orang-orang Yabesh itu. Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(1Samuel 11:5:6). Kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pada ayat tersebut menguasai/memenuhi Saul, kemudian oleh sebab Roh Allah, kemarahan Saul memuncak. Maka apakah sifatnya Roh Allah itu pengganggu, membuat orang tidak sadar, atau kesurupan seperti kemasukan Jin saja. Tidak pantaslah kemudian menyamakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;sebagaimana Ucapan yohanes. Hanya Yohanes saja yang berani menulis perkatan Roh itu Allah. Bila ini di abadikan sebagai hukum tetap gereja melegalkan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;jelas akan tersandung pada perkataan musa yang menyatakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Allah dari roh segala makhluk’&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Sebenarnya sulit untuk anda memahami, namun dalam bahasa inggris dikatakan: 6. Then the Spirit of God came upon Saul when he heard this news, and his anger was greatly aroused.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi itu adalah bagian dari rencana Tuhan terhadap Saul, Ia dihinggapi Roh Allah sendiri. Dan tolong dibaca sampai akhir, agar tahu apa tujuan dari mengapa Tuhan bekerja melalui Saul. Bapak kembali lagi melihat dari sudut pandang logika bapak, padahal Tuhan bekerja terhadap Saul untuk melakukan kehendak/logika Tuhan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM; Ucapan itu seperti halnya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Bait Allah”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(rumah Allah), apa berani kita menyatakan bahwa&lt;strong&gt;“Rumah”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Allah”.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ini tentu akan lebih lucu lagi tentunya bila disimak maksudnya, apa sudah begitu mentok pemahaman gereja, berhenti pada suatu doktrin mania belaka ?. Bila istilah Roh bagi kalangan gerejani dianggap sangat monumental bagi ketuhanan Yesus, maka hal itu hanya akan menjauhkan yesus dari definisi gereja. Sama sekali tak akan menunjukkan titik temu antara&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;. Karena segalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu datangnya dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, bukan pada makna leterat yang sangat dangkal maksudnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Anda keliru sekali, apalagi kalau mengkaitkan dengan gereja, karena kalau bicara gereja bicara perjanjian Baru, BICARA TUHAN YANG DALAMAN, TUHAN YANG TINGGAL DIHATI MANUSIA. AKU dan BAPA didalam KAMU. Ini mengacu bahwa gereja itu bukan gedungnya, bukan rumahnya tetapi MANUSIANYA. Gereja adalh kumpulan manusia yang Roh Tuhan/Roh Kudus ada didalam hati mereka/manusia. Manusia adalah gereja yang hidup, bangunan rohani yang sesunguhnya, karena rohani itu hidup, hayat bukan gedung yang mati.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Alkitab mengatakan manusia adalah bait ALLAH, Roh Tuhan tinggal dihati manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Ada lagi ucapan Mazmur daud (pujian= Zabur): (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ROH yang teguh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;! (Mazm 51:10) . Nyanyian daud ini adalah bait bait do’a panjatan pada Tuhannya, mengisyaratkan pada kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang bermakna macam macam diartikan gereja: (51-12) Ciptakanlah hati yang murni bagiku, ya Allah, perbaruilah batinku dengan semangat yang tabah. (BIS).&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“”xwr ruwach”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;diartikan “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semangat”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: pada dasarnya ROH disana membicarakan agar Roh bekerja secara batiniah didalam Daud&amp;nbsp; dan itu tidak mudah karena Roh Tuhan hanya bias hinggap secara luaran kepadanya. Namun kalau kita bicara GEREJA itu sudah sangat berbeda, karena Roh Kudus sudah tinggal didalam hati setiap orang percaya. Artinya didalam Per. Baru, Roh itu bekerja didalam batin kita/hati kita untuk menguatkan kita, mempengaruhi jiwa kita untuk kuat dalam menghadapi segala masalah………jadi itu sudah sangat berbeda antara PL dan PB. Dan tentu saja gereja hidup (baca manusia) memiliki pengalaman masing2 hal pekerjaan Roh Tuhan didalam hatinya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Kalau alkitab sejauh itu menafsirkan kata Ruwach, maka tidak semestinya ada pengertian yang mengharuskan diri terkurung dalam sentiment gereja yang menyebut kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;RUWACH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi Allah, tidak kemudian&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RUWACH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“pneuma”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;lalu berarti Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Anda sangat salah dan salah dan salah dan salah, nyawa is nyawa, ruwach is ruwach bukan roh dalam arti rohani.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Itu sih namanya sulap yang dikenal mistik dalam dunia judi.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;6&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;9,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;4&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;7&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;5,&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;3&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;8&lt;/strong&gt;, wah hebat juga menjadi sebuah system tersendiri dalam merobah kata kata akar dalam pernyataan yang disandarkan pada Tuhan ?,”Ciptakanlah di dalam diriku hati yang baru dan bersih, ya TUHAN, yang dipenuhi pikiran yang bersih dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;keinginan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang benar.” (FAYH), Lihat kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;RUWACH&lt;/strong&gt;disini diartikan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Keinginan”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Apa tidak terlalu vulgar namanya ketika RUWACH itu Allah atau sebaliknya ?. Sebagai mana ucapan yohanes dalam kitabnya Gospel Yohanes. Sepertinya gereja gegabah memaknai&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, karena dalam kesempatan lain gereja tak bersikokoh bersikap menetapkan kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;sebagai&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Lebih parah lagi kalau kemudian menyebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Jelas sekali bahwa kalimat tersebut bahasa import dari keyakinan politheisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: seperti Kuda yang memilki nyawa, begitu juga manusia kalau hanya punya nyawa. Namun manusia memilki roh persoalannya apakah roh itu dihidupkan (bertuhan) atau tidak (ateis). Nyawa is nyawa dan roh adalah alat berkontak dengan Tuhan. Menyembah dengan roh dan kebenaran………….anda keliru bung……………..bersambung ke 3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-7080826993290485023?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://filsafat.kompasiana.com/' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-2'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/7080826993290485023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/7080826993290485023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/7080826993290485023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el_07.html' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-2'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-4558592708919479348</id><published>2011-12-07T14:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T14:12:58.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://filsafat.kompasiana.com/'/><title type='text'>Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-2</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Allah kekal&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: &amp;nbsp;Tentang Roh Allah terdapat ratusan dalam alkitab, mulai dari perjanjian baru sampai perjanjian lama.Diantaranya terdapat dalam;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kej. 1:2, Kej. 41:38, Kel.31:3,31, Bil. 24:2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dan masih banyak lagi terpampang dengan jelas menyebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Allah. Hanya saja masalahnya tidak seperti gambaran&lt;strong&gt;paganis,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bahwa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;identik dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sebuah renungan yang salah yang berbasis pada kesimpulan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;doktrin.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;ROH Allah dalam kejadian itu adalah ALLAH sendiri, dan bagaimana untuk mengenal itu adalah ALAH SENDIRI, diperlukan IMAN. Allah tidak kelihatan, namun IMAN adalah percaya namun tidak harus melihat.&amp;nbsp; Jelas dikatakan bahwa ALLAH adalah ROH, sehingga untuk measuk kedimensi ROH perlu iman. Tentunya sebuah keyakinan yang ditanamkan melalui DOKTRINASI, namun doktrinasi itu menjadi tidak penting disaat seorang itu telah MENGALAMI SENDIRI ARTI&amp;nbsp; BERIMAN. Doktrin yang ditanamkan adalah suatu hal yang sangat penting agar tidak lari dari PATTERN berTUHAN. Agar supaya jangan SESUKA HATI MENCAMPURKAN TUHAN DENGAN tuhan-tuhan lain. AGAR MENGENAL DENGAN BENAR DAN TEPAT DALAM HIDUP ROHANI GEREJA SESUAI FIRMAN TUHAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Bila mau cerdas, tidak seharusnya menetapkan kaidah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;dengan konsep tritunggal. Tetapi perlu menggunakan perangkat lembut yang disebut akal, guna upaya menemukan seberkas harapan kebenaran jawaban, bukan pakewoh dan terbawa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;illusi doktrin mania&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang berkepanjangan. Itu sih namanya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;fanatic buta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, akalnya menjadi tak berguna karena menjadi backing dari sesuatu yang sebenarnya sangat transparan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: anda merasa lebih cerdas, tapi anda tidak dapat menunjukkan kecerdasan anda. Anda mengatakan kaidah Roh dengan konsep Tritunggal, padahal itu sebuah kesimpulan dari PROGRES HIDUP BERTUHAN orang-orang PERCAYA. Ngertikan artinya Progress. Ini merupakan MANIFESTASI ORANG-ORANG BERIMAN dalam MENGALAMI TUHAN dan MENYAKSIKAN TUHAN, bahwa SECARA ROHANI TUHAN bekerja dan anda mengatakan itu ILUSI DOKTRIN MANIA, siapakah ANDA, siapakah TUHAN anda? PERTANYAAN BUAT ANDA, BAGAIMANA ANDA DAPAT MENJAMIN KALAU ANDA SEMBAHYANG SAMPAI KEPADA TUHAN YANG BENAR? TOLONG BUKTIKAN.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Namun didalam kekeristennan jelas dikatakan Roh Penolong = Roh Kudus, yang selalu menjamin hubungan MANUSIA dengan TUHAN didalam Yesus. Apa perangkat agama dan keyakinan anda sehingga ada jaminan anda menyembah Tuhan yang benar katakatanlah Tuhan yang benama Allah itu?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: &amp;nbsp;Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,dan telah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kupenuhi dia dengan Roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dengan keahlian dan pengertian dan&lt;strong&gt;&lt;em&gt;pengetahua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;n, dalam segala macam pekerjaan, Kel. 31.1-3 dari translet bahasa&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau yunani&lt;strong&gt;&lt;em&gt;:” pneuma”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;artinya cukup banyak: Spirit or spirit 232, wind 92, breath 27, side 6, mind 5, blast 4, vain 2, air 1, anger 1, cool 1, courage 1, misc 6(Roh atau roh, angin, napas, samping, pikiran, dst.).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Jelas bukan bahwa saat itu Tuhan itu adalah Tuhan yang luaran, Tuhan hadir dengan caraNYA kepada siapa saja dan membuat orang itu pintar dan memilki kemampuan. Dalam hal ini HARUS DIKETAHUI BAHWA TUHAN ITU DAPAT MENJADI APA SAJA DAN DAPAT MENYURUH SIAPA SAJA. Tuhan adalah sumber segala HIKMAT , kepintaran, tentunya dalam ARTI POSITIP dan dengan&amp;nbsp; maksud tertentu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Contoh Tuhan menyuruh dan memakai BILEAM sang ahli nuzum (dukun), untuk menyampaikan KEHEBATAN BANGSA ISRAEL KEPADA RAJA MOAB, baca Bilangan 22.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Didalam kata lain alkita menyebutkan: Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Biarlah TUHAN,&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;segala makhluk&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.(bil. 27:15-17). Distu juga menggunakan kata&lt;strong&gt;&lt;em&gt;: “xwr ruwach”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Artinya sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Baca dengan benar Kitab Bilangan itu, disana ARTI ROH BUKAN ROH dalam arti ROHANI, tetapi nyawa. Tuhan segala mahluk yang bernyawa. Bilangan itu berisikan perjalanan bangsa Israel dan banyak penyimpangan dan banyak nyawa melayang.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM- Maka Ayub melanjutkan uraiannya: “Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memedihkan hatiku, selama nafasku masih ada padaku, dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“roh Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;” masih&amp;nbsp;&lt;strong&gt;di dalam lubang&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;hidungku&lt;/strong&gt;, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya. (Ayub:27:1-4).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Ya benar disana Ruwach adalah nyawa bukan rohani, dan coba perhatikan ayat dibawah ini the breath of God dan bukan spirit of God. Artinya apa?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;“[As] God lives, [who] has taken away my justice, And the Almighty, [who] has made my soul bitter, As long as my breath [is] in me, And the breath of God in my nostrils,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Artinya disana bukan ROH ALLAH, anda keliru, tetapi nyawa yang bersumber dari ALLAH, karena Allah roh segala mahluk ==the same meaning bro. yaitu nyawa, masih bernafas masih bernyawa.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Silahkan lihat vocabulary aalkitab, tetap menggunakan kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;lalu haruskah dipalingkan pengertiannya pada makna lain yang tidak sejalan dengan kaukus&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ruwach&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dengan menyamakan kedudukan kata ruwach itu allah. Allah itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ruwach.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Kalau makna itu itu diambil sebagai dalil penetapan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh allah&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, justru mengaburkan kedudukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tuhan (YHWH)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu sendiri. Karena&lt;strong&gt;YHWH&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;, maka otomatis semua unsur&amp;nbsp;&lt;strong&gt;roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dimuka bumi itu adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;YHWH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, bukankah ini paganis namanya ?. Jadi tidak tepat kalau menyamakan Roh dengan Allah. Tentu perlu corak lain dan makna lain sehingga tidak mendatangkan bencana pemahaman. Untuk secara aksiomatis, mungkin masih perlu koneksi lain, guna menentapkan kedudukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Tetapi dalam perkara alkitab, aksioma itu harus merujuk pada kenyataan bahwa roh Allah bukanlah Allah, artinya :&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah dari roh segala makhluk, bukan Allah itu sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;TAnggapan: anda yang bingung jangan ngajak orang binggu dong.&amp;nbsp;Saya memaklumi hal yang bapak bingungkan karena bapak tidak melihat secara keseluruhan arti roh dan roh.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM-Bisa diperhatikan ayat dari 1 Samuel ketika bicara Saul: Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang lembunya, dan ia bertanya: “Ada apa dengan orang-orang itu, sehingga mereka menangis?” Mereka menceritakan kepadanya kabar orang-orang Yabesh itu. Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(1Samuel 11:5:6). Kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pada ayat tersebut menguasai/memenuhi Saul, kemudian oleh sebab Roh Allah, kemarahan Saul memuncak. Maka apakah sifatnya Roh Allah itu pengganggu, membuat orang tidak sadar, atau kesurupan seperti kemasukan Jin saja. Tidak pantaslah kemudian menyamakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;sebagaimana Ucapan yohanes. Hanya Yohanes saja yang berani menulis perkatan Roh itu Allah. Bila ini di abadikan sebagai hukum tetap gereja melegalkan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;jelas akan tersandung pada perkataan musa yang menyatakan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Allah dari roh segala makhluk’&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Sebenarnya sulit untuk anda memahami, namun dalam bahasa inggris dikatakan: 6. Then the Spirit of God came upon Saul when he heard this news, and his anger was greatly aroused.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi itu adalah bagian dari rencana Tuhan terhadap Saul, Ia dihinggapi Roh Allah sendiri. Dan tolong dibaca sampai akhir, agar tahu apa tujuan dari mengapa Tuhan bekerja melalui Saul. Bapak kembali lagi melihat dari sudut pandang logika bapak, padahal Tuhan bekerja terhadap Saul untuk melakukan kehendak/logika Tuhan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM; Ucapan itu seperti halnya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Bait Allah”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(rumah Allah), apa berani kita menyatakan bahwa&lt;strong&gt;“Rumah”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“Allah”.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ini tentu akan lebih lucu lagi tentunya bila disimak maksudnya, apa sudah begitu mentok pemahaman gereja, berhenti pada suatu doktrin mania belaka ?. Bila istilah Roh bagi kalangan gerejani dianggap sangat monumental bagi ketuhanan Yesus, maka hal itu hanya akan menjauhkan yesus dari definisi gereja. Sama sekali tak akan menunjukkan titik temu antara&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;. Karena segalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu datangnya dari&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, bukan pada makna leterat yang sangat dangkal maksudnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Anda keliru sekali, apalagi kalau mengkaitkan dengan gereja, karena kalau bicara gereja bicara perjanjian Baru, BICARA TUHAN YANG DALAMAN, TUHAN YANG TINGGAL DIHATI MANUSIA. AKU dan BAPA didalam KAMU. Ini mengacu bahwa gereja itu bukan gedungnya, bukan rumahnya tetapi MANUSIANYA. Gereja adalh kumpulan manusia yang Roh Tuhan/Roh Kudus ada didalam hati mereka/manusia. Manusia adalah gereja yang hidup, bangunan rohani yang sesunguhnya, karena rohani itu hidup, hayat bukan gedung yang mati.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Alkitab mengatakan manusia adalah bait ALLAH, Roh Tuhan tinggal dihati manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Ada lagi ucapan Mazmur daud (pujian= Zabur): (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ROH yang teguh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;! (Mazm 51:10) . Nyanyian daud ini adalah bait bait do’a panjatan pada Tuhannya, mengisyaratkan pada kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“xwr ruwach”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang bermakna macam macam diartikan gereja: (51-12) Ciptakanlah hati yang murni bagiku, ya Allah, perbaruilah batinku dengan semangat yang tabah. (BIS).&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“”xwr ruwach”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;diartikan “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semangat”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: pada dasarnya ROH disana membicarakan agar Roh bekerja secara batiniah didalam Daud&amp;nbsp; dan itu tidak mudah karena Roh Tuhan hanya bias hinggap secara luaran kepadanya. Namun kalau kita bicara GEREJA itu sudah sangat berbeda, karena Roh Kudus sudah tinggal didalam hati setiap orang percaya. Artinya didalam Per. Baru, Roh itu bekerja didalam batin kita/hati kita untuk menguatkan kita, mempengaruhi jiwa kita untuk kuat dalam menghadapi segala masalah………jadi itu sudah sangat berbeda antara PL dan PB. Dan tentu saja gereja hidup (baca manusia) memiliki pengalaman masing2 hal pekerjaan Roh Tuhan didalam hatinya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Kalau alkitab sejauh itu menafsirkan kata Ruwach, maka tidak semestinya ada pengertian yang mengharuskan diri terkurung dalam sentiment gereja yang menyebut kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;RUWACH&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi Allah, tidak kemudian&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RUWACH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“pneuma”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;lalu berarti Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: Anda sangat salah dan salah dan salah dan salah, nyawa is nyawa, ruwach is ruwach bukan roh dalam arti rohani.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;ZEM: Itu sih namanya sulap yang dikenal mistik dalam dunia judi.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;6&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;9,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;4&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;7&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;5,&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;3&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;8&lt;/strong&gt;, wah hebat juga menjadi sebuah system tersendiri dalam merobah kata kata akar dalam pernyataan yang disandarkan pada Tuhan ?,”Ciptakanlah di dalam diriku hati yang baru dan bersih, ya TUHAN, yang dipenuhi pikiran yang bersih dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;keinginan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;yang benar.” (FAYH), Lihat kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;RUWACH&lt;/strong&gt;disini diartikan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Keinginan”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Apa tidak terlalu vulgar namanya ketika RUWACH itu Allah atau sebaliknya ?. Sebagai mana ucapan yohanes dalam kitabnya Gospel Yohanes. Sepertinya gereja gegabah memaknai&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;, karena dalam kesempatan lain gereja tak bersikokoh bersikap menetapkan kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;sebagai&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Lebih parah lagi kalau kemudian menyebut&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau&lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Roh.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Jelas sekali bahwa kalimat tersebut bahasa import dari keyakinan politheisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;strong&gt;Tanggapan: seperti Kuda yang memilki nyawa, begitu juga manusia kalau hanya punya nyawa. Namun manusia memilki roh persoalannya apakah roh itu dihidupkan (bertuhan) atau tidak (ateis). Nyawa is nyawa dan roh adalah alat berkontak dengan Tuhan. Menyembah dengan roh dan kebenaran………….anda keliru bung……………..bersambung ke 3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-4558592708919479348?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/4558592708919479348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/4558592708919479348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/4558592708919479348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/menaggapi-hal-tulisan-zulkarnain-el.html' title='Menaggapi Hal Tulisan Zulkarnain El-madury: Kupas Tuntas Soal Roh Allah/Kudus dalam Alkitab-2'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-7078674807374160792</id><published>2011-12-07T09:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T09:12:29.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggapan Bang Nasr'/><title type='text'>Soal Wahabi: Kenapa Menara Tidak Dihancurkan…???</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Kalau diperhatikan, nampaknya ada dua buah tema tulisan di Kompasiana yang mendapat tanggapan dan komentar sangat besar, bahkan garang, dan sering keluar dari ‘fatsoen’ akhlak yang baik. Banyak keluar emosi, caci maki, melecehkan, dsb. Tema pertama antara lain mengenai tema-tema yang menyentuh keberagamaan pemeluk agama lain, Kristen, misalnya sebagaimana &amp;nbsp;yang ditulis oleh Cak Zulkarnaen El-Madury yang berbicara mengenai Tritunggal dalam agama Kristen, yang mendapat komentar yang memprihatinkan. Tema, kedua adalah mengenai Wahabi, seperti yang ditulis oleh bocahndeso dalam tulisan pengenai peristiwa Priok dan Wahabi yang menganalisa soal rencana pembongkaran makam Waliyullah mbah Priok.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Saya ingin menilik sedikit mengenai fenomena Wahabi tersebut, karena cukup lama tinggal di Arab Saudi dan banyak membaca karya-karya ulama Wahabi serta kajian ilmiah mengenai hal tersebut. Dalam komentar terhadap tulisan bocahndeso tersebut, para komentator, terutama pengikut Wahabi yang tinggal di Indonesia, sebagaimana lazimnya selalu menggunakan kata-kata yang ’serem’, seperti memfitnah, syirik, dsb. (Apakah ulama salafussaleh tidak memahami hal tesebut. Nauzubillah). Kalau diperhatikan isi komentar mereka, rata-rata cuma ‘modal semangat’ tapi kurang pembacaan. Yang lumayan komentarnya mungkin yang datang dari mereka yang tinggal dan belajar di Arab Saudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Soal makam atau kuburan Wali Embah Priok yang menjadi ‘biang perdebatan’, walau sebenarnya hanya beda pendekatan saja. (Sedikit banget bedanya. Beda tipis dech…). Baginda Nabi dalam haditsnya memang pernah melarang ziarah kubur, bisa jadi pada masa awal penyebaran Islam, tapi kemudian beliau pun beliau membolehkannya dalam hadits yang lain. Kalau Imam Muhammad bin Abdul Wahab, membabat habis soal ziarah kubur itu,&amp;nbsp;&lt;em&gt;karena dikhawatirkan&lt;/em&gt;, akan menyimpangkan akidah seseorang. Tapi para ulama lain, membolehkannya dengan alasan sebagaimana dijawab oleh bocahndesa mengingatkan kematian, dan Nabi embolehkannya. (ingat, ucapan Umar bin Khattab, soal hajar Aswad, juga sama konteksnya dengan hal tersebut). Mestinya&amp;nbsp;&amp;nbsp;persoalan yang sebenarnya tidak jadi persoalan&amp;nbsp;besar dalam konteks pemahaman fikih, dan ada&amp;nbsp;rujukannya dari Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Nah, saya cingin mencontohkan, bagaimana sikap Ulama Wahabi yang tidak konsisten terhadap bid’ah - tema yang juga pernah saya contohkan - dalam tulisan sebelumnya, dan juga ada kompasianer yang meminta saya menulis soal bid’ah tersebut, kendati saya segen-segenan. Soal yang sebenarnya masuk ke dalam bid’ah, dan tidak ada rujukannya, bahkan &amp;nbsp;dalam Al-Qur’an dan juga hadits Nabi, dan juga tidak dilakukan pada waktu Nabi hidup, yaitu soal&amp;nbsp;’&lt;em&gt;MENARA&lt;/em&gt;‘, yang banyak dibangun bareng&amp;nbsp;di Masjid.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Menara dalam bahasa Arab, terambil dari kata ‘Naar’, yang artinya&amp;nbsp;&lt;em&gt;api&lt;/em&gt;. Jadi, manaarat, dalam bahasa Arab, artinya adalah ‘tempat api’ atau ‘tempat meletakkan api’. Jadi, konsep menara dalam masjid merupakan pengaruh dari akidah Persia Kuno, Zoroaster yang menyembah api, yang termasuk syirik. Menara itu oleh&amp;nbsp;penganut Musyrik Zoroaster&amp;nbsp;dijadikan tempat api yang kemudian mereka sembah. Sebagai bagian dari fungsi budaya, menara tersebut diambil dalam bangunan Masjid&amp;nbsp;sebagai&amp;nbsp;tempat azan agar terdengar lebih keras dan jelas. Menara ini masuk ke dalam kategori ‘kearifan’ lokal Persia. Itu nalar para ulama yang berfikir non-bid’ah (Non-Wahabi) yang mengambil budaya lain sebagai bagian dari ‘agama’ selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.&amp;nbsp;Karena agama Islam dan budaya bagaikan dua sisi mata uang, dapat dibedakan tapi tak dapat dipisahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Nah, aneh saja kan, kalu soal ziarah kubur diributkan karena bid’ah, kendati hanya perbedaan tipis saja. Lho kok ‘&lt;em&gt;menara&lt;/em&gt;‘ yang jelas-jelas akar katanya menjadi ‘biang syirik’, penyembahan api, tidak diusik-usik. Kalau Ulama Wahabi&amp;nbsp;konsisten, kan seharusnya menara yang terdapat di Masjidil haram, Masjid Nabawi, dsb, tersebut dihancurkan, sehingga masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak perlu pake menara. Tapi aneh kan, bahkan membangun masjid di kawasan baru dengan menara yang megah.&amp;nbsp; sisi inilah yang sering saya katakan sebagai ‘kurang pembacaan’, karena hanya menggunakan satu hadits doang (padahal hadits Baginda Nabi ribuan jumlahnya) yaitu ‘Kullu bid’atin dhalalah, wa kullu dhalalatin finnar’, semua bid’ah itu sesat dan kesesatan itu di neraka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Jadi kenapa kok menara tidak dihancurkan saja sekalian karena bid’ah. Padahal kalau dibandingan antara ‘kuburan’ dengan ‘menara’, ‘Menara’ itu lebih syirik asal usulnya ketimbang makam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Gak konsisten itu namanya…. cuma yang enak saja ditelan, yang gak cocok dibilang bid’ah…..capek dech….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Fahal min Muddakir…???&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-7078674807374160792?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosbud.kompasiana.com/' title='Soal Wahabi: Kenapa Menara Tidak Dihancurkan…???'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/7078674807374160792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/soal-wahabi-kenapa-menara-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/7078674807374160792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/7078674807374160792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/12/soal-wahabi-kenapa-menara-tidak.html' title='Soal Wahabi: Kenapa Menara Tidak Dihancurkan…???'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-8114328436698721245</id><published>2011-01-24T22:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T22:42:16.654-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mono'/><title type='text'>Konsep Monotheisme Dalam Kenabian Yesus</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Yohanes 17:3&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;TB&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;BIS&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;FAYH&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Dan inilah cara memperoleh hidup kekal itu -- dengan mengenal Engkau, satu-satunya Allah Yang Benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus ke dunia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;DRFT_WBTC&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Inilah hidup yang kekal itu: mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. Dan mereka mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;TL&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;KSI:&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau sebagai satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Isa Al Masih yang telah Engkau utus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;DRFT_SB:&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ada pun demikian inilah hidup yang kekal, iaitu jikalau dikenalnya akan dikau Allah yang esa dan benar, dan akan Isa Almaseh yang telah engkau suruhkan itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;BABA:&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan ini-lah hidop yang kkal, ia'itu kalau dia-orang knal sama Bapa, ia'itu Allah yang satu dan yang betul, dan sama Isa Almaseh yang Bapa sudah hantarkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;KL1863:&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Inilah kahidoepan jang kekel, kaloe dia-orang kenal sama Bapa, Allah jang asa dan bener, dan sama Jesoes Kristoes, jang soedah Bapa oetoes.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;KL1870&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Maka inilah hidoep jang kekal, kalau mareka-itoe kenal akan Dikau, Allah jang asa dan benar, dan akan Isa Almasih jang telah kausoeroehkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;DRFT_LDK:&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;'Adapawn 'ini djuga 'ada kahidopan kakal, sopaja marika 'itu meng`enal 'angkaw 'Allah jang 'asa, dan benar, dan Xisaj 'Elmesehh, jang 'angkaw sudah menjuroh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;ENDE&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Dan hidup abadi ini, ialah: mengenal Engkau jang satu-satunja Allah benar, dan Dia jang Kauutus, Jesus Kristus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bila diperhatikan, ayat tersebut adalah ayat gambaran seorang Yesus sebagai utusan tuhan, membawa Risalah Tauhid atau penyembahan pada tuhan tanpa menyekutukannya. Sebab Yesus senidiri itu hanya sebagai pembawa ajaran Monotheisme itu dengan tanpa melibatkan diri kalau dia sebenarnya tuhan, sebagaimana menjadi keyakinan dalam agama trinitas. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Yesus di sebut utusan, menunjuk pada pangkat seorang kurir Tuhan, penyampai risalah agung, penyembahan pada tuhan semata, dia tidak menunjuk Yesus mewakili diri-Nya menjabat predikat Tuhan, tetapi “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jesus Kristus yang telah Engkau utus" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;adalah suatu kepastian kedudukan seorang hamba yang bersahaja, tidak mengandung unsur unsur ketuhanan sedikitpun jua. Perkataan Yesus itu mengisyaratkan pada sikap hamba sahaya. Seorang hamba yang taat menjalankan perintah tuhannya, Allah yang mengutus Yesus. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Konsep Dakwah Yesus adalah menyuruh manusia beribadah kepada Allah Saja,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan yang mengutus Yesus, dan tidak ada perintah Tuhan agar mereka menyembah Yesus sebagai Tuhan, karena perbuatan itu termasuk pelanggaran ketaatan, dan penyangkalan akan nubuat Yesus yang dinabikan oleh Tuhan, bukan ditunkan oleh tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yesus Menyatakan Kalau Tuhannya itu Esa, &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;"Jawab Yesus (Isa as): "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, TUHAN ALLAH KITA, TUHAN ITU ESA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;" (Markus 12: 29). Ini bukti nyata, penyebutan TUHAN ALLAH KITA adalah cerminan keberadaan Yesus sama dengan umat lainnya, lalu diikuti dengan kata Tuhan itu Esa, adalah lebih menjelaskan Tuhan yang disebutkan Yesus sebelumnya, menjadi tujuan penyembahan Yesus dan umatnya dalam beribadah. Tidak ada kejanggalan sama sekali dalam kalimat tersebut yang menyiratkan ketuhanan Yesus, melainkan sekedar menyatakan bahwa Yesus dan umatnya memiliki satu tuhan, yaitu Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Kalau di baca di PL (perjanjian lama):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Ulangan 6: 4).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah". ( Yesaya 45:5)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sangat mendyukung sekali, bahwa sejarah Tuhan itu tetap esa, sejak sebelum Yesus diutus, menggantikan utusan utusan lainnya. Pergantian posisi utusan menunjukkan mata rantai dari utusan utusan sebelumnya, bahwa ada perjalanan panjang para Nabi, yang kemudian diteruskan oleh Yesus sebagai Nabi pengganti nabi nabi lainnya, yang melanjutkan misi Taurat, yakni MONOTHEISME. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kalau kemudian Yesus harus diangkat sebagai Tuhan, itu tentu karena faktor x yang terdapat dalam surat surat paulus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah TELAH MEMBUAT YESUS, YANG KAMU SALIBKAN ITU, MENJADI TUHAN DAN KRISTUS." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Kis. 2:36&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, SUPAYA IA MENJADI TUHAN, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Rm. 14:9&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perjuangan Paulu menjadikan Yesus sebagai tuhan memang sangat meletihkannya, karena harus merintis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jalan lapang menuju ketuhanan yang di bangun oleh paulus. Ada mitos kultus dalam kisahnya, dengan sebuah target suksesnya membangun Tirani Keyakinan : “Yesus sebagai Tuhan”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-8114328436698721245?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/8114328436698721245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/01/konsep-monotheisme-dalam-kenabian-yesus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8114328436698721245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8114328436698721245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/01/konsep-monotheisme-dalam-kenabian-yesus.html' title='Konsep Monotheisme Dalam Kenabian Yesus'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-8089168256986741270</id><published>2011-01-24T22:37:00.001-08:00</published><updated>2011-01-24T22:37:59.537-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nazharat'/><title type='text'>Untuk Siapa Agama Nazharat?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pertanyaan yang perlu dijawab adalah Yesus itu dipersiapkan oleh Tuhannya sebagai utusan untuk bani Israel belakan, karena memang Israel itu sulit dilunakkan jiwanya, berturut nabi di utus untuk membangun kesatuan Israel lewat pentas keyakinan selalu menemui kegagalan. Hambatan utama para nabi menjalankan misi kerasulan di kalangan bani Israel, adalah karena bangsa Israel biasa hidup saling membangkang dan membelakangi. Sulitnya menyelesaikan kasus Israel inilah yang mendorong para nabi yang satu bangsa dengan mereka, gencar mengajak Israel bersatu dalam naungan keyakinan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sayang pecah belah kebangsaan dikalangan bani Israel tak terelakkan, perang antar sesama Israel terus berlangsung, saling merebut tahta Daud, istilahnya begitu. Itulah yang menjadi dasar mengapa kemudian Yesus itu dilahirkan dengan stempel kenabian, hanya karena satu tujuan adalah menyatukan bani Israel yang terpencar dan hilang dari satu ikatan, bukan sebaliknya seolah tuhan turun berpakaian manusia, bertindak sendiri di dunia untuk menyatukan bani Israel, betapa argumen seperti ini hanya menyiratkan kalau tuhan tidak mampu dan tidak percaya utusan sehingga harus turun sendiri dengan berwajah manusia. Tentu ini sangat menggelikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kendati demikian memang perlu data akurat, untuk siapa agama Nazharat ini, ada berita alkitab yang menunjuk pada sebuah wilayah namanya Israel, sebuah wilayah di mana yesus dilahirkan dan dibesarkan, merupakan induk lahirnya ajaran Yesus, start dan finish penyebaran agama yang bersifat khususiyah, dan tidak bersifat terbuka pada bangsa bangsa selain Israel. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Murid murid Yesus hanya 12 orang, itu juga kata quran, tetapi dalam alkitab mereka disebutkan :&lt;b&gt;Murid-murid Yesus (Isa as) antara lain Petrus, Andreas,Yakobus, Yohanes, Filipus, Thomas, Bartolomeus, Matius,Yakobus anak Alfeus, Tadeus,Simon, Yudas Iskariot diganti Matias (Mat 10:2-4, &lt;/b&gt;Kis 1: 15-26. 12 orang murid dan pengikut yesus menurut versi alkitab akhirnya&amp;nbsp;&amp;nbsp; meninggalkan Yesus, karena ketakutan, sedang menurut versi al-quran 12 orang tersebut adalah taat, turut brsama sama Yesus, kedua belas tersebut menjadi kepanjangan tangan dari penyebaran agama Nazharat . Memang disebutkan oleh Al-quran, bahwa diantara pengikut&amp;nbsp; Nazharat itu, ada yang kafir terhadap kenabian Yesus dengan menyamakan kedudukan Yesus lebih tinggi dari nabi, ini disebut ingkar . &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari 12 orang tersebut juga di perintahkan untuk tidak mengembangkan agama di luar batas Israel sebagaimana kata yesus sendiri di dalam alkitab PB,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jawab Yesus (Isa as&lt;b&gt;&lt;i&gt;):"Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari UMAT ISRAEL.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;." (Matius 15:24 )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;... Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena ROH KUDUS MENCEGAH MEREKA UNTUK MEMBERITAKAN INJIL di ASIA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Kis Rasul 16.6).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Ini bukti kongkret, kalau alkitab tidak standar untuk manusia diluar bani Israel, sebab Injil ditetapkan sebagai kitab versi Israel dan hanya untuk mereka, tidak di benarkan melebar di luar&amp;nbsp; ketentuan tersebut.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Penulis lebih cendrung menyebut agama Nazharat, karena sebab satu hal, yaitu Yesus di lahirkan di Nazharat, terlebih muncul kata kristen itu jauh setelah Yesus tidak ada, dan muncul dari anggapan orang belaka, bukan nama yang dipancangkan dari langit, kalau agama mereka itu kristen. Kata kristen itu lahir dari mulut orang orang sepeninggal Yesus:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;"Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt; (Kisah Para Rasul 11: 25-26). Berdasarkan fakta ini lebih menjelaskan kalau Yesus tidak memberitakan agama kristen, tetapi ajaran yesus Mulanya adalah ajaran yang melarang paganisme dalam bentuk apapun termasuk larangan menuhankan yesus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mat. 14:23 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Mat. 26:36 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mrk. 14:32&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Luk. 3:21&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Luk. 6:12&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Luk. 9:18&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Luk. 9:28&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Luk. 11:1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Luk. 11:2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalil dali tersebut menggambarkan kalau Yesus butuh pertolongan tuhan, tergantung pada tuhannya dalam segala hal, sehingga yesus harus mengiringi misinya dengan doa. Sekaligus menempatkan Yesus itu manusia biasa yang sangat membutuhkan pertolongan tuhan setiap saat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-8089168256986741270?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/8089168256986741270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/01/untuk-siapa-agama-nazharat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8089168256986741270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8089168256986741270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2011/01/untuk-siapa-agama-nazharat.html' title='Untuk Siapa Agama Nazharat?'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-5572570790665227028</id><published>2010-09-01T01:42:00.001-07:00</published><updated>2010-10-06T06:01:07.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='edisi kejahatan kristen'/><title type='text'>Laskar Kristus  Mengepung Indonesia</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Makna Kritenisasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kristenisasi adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat politis kolonialis, Imperialis. Muncul akibat kegagalan perang salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen ke tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia ketiga, terutama di tengah-tengah orang islam. Sasaran utamanya mencengkram kekuasaan terhadap bangsa-bangsa tersebut. Kristenisasi lahir sebagai gagasan dan aksi dogmatis untuk tujuan tujuan mendombakan manusia dalam gembala Yesus lewat berbagai aksi dan demontrasi sosial, menyuguhkan agama dengan cara cara licik atau tipu daya, berupa bingkisan iman kristiani. Kaum Sending selalu mengedepankan pendekatan imperes, melalui senarai kehidupan masyarakat sasaran Kristenisasi. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;GAGASAN KRISTENISASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi melahirkan sikap sikap anti terhadap perdamaian,  dengan melagukan perdamaian semu menurut alkitab, melalui penyulingan jiwa manusia besar  besaran  melalui  keyakinan “penumpahan darah Yesus”. Tentunya tidak sekedar dongeng mengerikan d ri sebuah jaman  yang penuh tantangan, masih ada manusia yang berpikir mundur, tidak pernah terlintas untuk menobatkan ajakan menyayangi agama dengan sopan santun dan ilmiah. Masih tenggelam dalam sikap sikap Imperialisme sejati, seperti  menebarkan kebencian terhadap suatu agama melalu metode “CACI MAKI”.  Dorongan dan ajakan masuk agama Kristen melalui suatu nalar paling nakal dikemukan oleh banyak kalangan Gerejani:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ery Prasadja, Dekan Akademi Institute for Community and Development Studies&lt;br /&gt;(ICDS), dalam buku "Transformasi Indonesia" "Penginjilan, penjangkauan&lt;br /&gt;jiwa baru (pemurtadan) dan perintisan jemaat tetaplah menjadi misi dan&lt;br /&gt;tanggung jawab gereja, --tetapi gereja memiliki misi dan tanggung jawab yang&lt;br /&gt;lain, yaitu menghancurkan sistem dan struktur yang jahat, sistem dan&lt;br /&gt;struktur yang berdosa tersebut harus dihancurkan tanpa menunggu pimpinan&lt;br /&gt;negara dan seluruh rakyatnya bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus— ini adalah&lt;br /&gt;tugas gereja."…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu doktrin gereja dalam melumpuhkan karakter berpikir ilmiah tentang sebuah agama, diperankan dalam penginjilan dengan kerinduan yang membahayakan orang lain, illustrasinya bahwa ajakan murtad seperti kutipan tersebut merupakan suatu tuntutan pengejawantahan misi kristenisasi tanpa menunggu pluit penguasa, kalau perlu merusk system yang ada, karena mereka semua yang ada dinegri ini selain pengikut Kristen dianggap orang berdosa. Ini miri konsep Freemansonry, atau misi agama ini sedang menebar badai permusuhan dengan merusak segala tatanan kehidupan, seperti dituturkan.dalam Iman Freemansonry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku "Meraih Kemenangan di Daerah Musuh", Pdt. Dr. Larry Keefauver,&lt;br /&gt;menjelaskan tentang kunjungan Peter Youngren bersama *Global Harvest Force*-nya&lt;br /&gt;ke beberapa negara mayoritas non-Kristen –Asia (termasuk Indonesia), Afrika,&lt;br /&gt;dan sebagian Eropa) dan melaksanakan Festival Yesus. Mereka bertujuan&lt;br /&gt;mendobrak pertahanan jendela 10/40, yaitu pertahanan setan (Roh Kuasa&lt;br /&gt;Gelap). Dalam buku tersebut dengan berani mereka terus melakukan&lt;br /&gt;gerakan-gerakan terbuka di daerah yang umatnya masih mayoritas berdosa&lt;br /&gt;(belum jadi Kristen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali tidak mencerminkan arti sebuah bangsa, tetapi gambaran eskalasi puak puak keagamaan, karena setiap orang yang berbeda dengan Kristen dianggap kuasa gelap, pertahanan setan, ini bentuk rasisme baru yang dibenturkan oleh kristen, termasuk kekuasaan kekuasaan diluar keyakinan Kristen . Bukan main upaya pelestarian budaya kristenesasi oleh misionaris kristen dalam menerobos cagar keimanan orang lain, terkesan sangat arogan dalam mempelopori aksi aksi pemurtadan diberbagai belahan dunia. Sepertinya umat selain Kristen adalah manusia manusia berdosa yang tidak akan diampuni kecuali datang kedalam genangan darah Yesus, baik dalam keadaan terpaksa atau karena kemauan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikian juga bisa diperhatikan pernyataan Robert S. Speer –dikutip oleh AWF&lt;br /&gt;Idenburg— untuk membela politik pengkristenan terhadap dunia Islam terutama&lt;br /&gt;di Indonesia, Idenburg (Gedenkboek ARP, 187, 8, p. 220) menyatakan, "Pilihan&lt;br /&gt;untuk dunia bukanlah Muhammad dan Kristus. Tapi hanya Kristus. Kristus atau&lt;br /&gt;hancur dan mati. Islam (yaitu penyerahan kepada Tuhan) yang seharusnya&lt;br /&gt;adalah menyerahkan diri kepada Kristus. Baru boleh bicara tentang hidup dan&lt;br /&gt;merdeka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihannya adalah maju mati, mundur mati, adalah sebuah klimak dari sikap iman Kristen dalam upaya mewujudkan “KAUM  YESUS  dan PERADABAN BARBAR”  atas dasar stigma negative terhadap prilaku lain diluar agama Kristen. tentu akan memilih yang pertama untuk mewujudkan harga agama yang dideklarasikan di Antiokhia. Kendati babak akhirnya harus menumpahkan darah orang banyak diluar keimanan agama ini. Bukan otopis perorangan tentunya, melainkan rencana matang kaum fundamental Kristen yang tidak mau disebut pengecut dalam mempromosikan agama. Kemerdekaan yang dirasakan bangsa ini dalam mata mereka bukanlah kemerdekan yang sebenarnya, kecuali setelah Indonesia jatuh kepangkuan Kristen, Bandingkan dengan Gagasan Khilafah Islamiyah yang dibenturkan dengan terorisme oleh tokoh tokoh kristen, bukan tidak mungkin menyiratkan sebuah teori untuk mengubur Islam Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peras otak dikalangan tokoh tokoh Kristen untuk tujuan pemurtadan tidak bisa dianggap enteng, usaha mereka mendekati kaum muslim di Indoensia dengan sikap keji adalah cara cara menjijikan, dapat pula disebut tantangan perang terhadap Islam. Sekalipun mereka minoritas di Indonesia, tetapi merupakan kelompok yang menggunakan perangkat kroninya yang ada di luar negri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU NYA MEREKA BERTINDAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Dr. Bambang Widjaja, Gembala Sidang Gereja Kristen Perjanjian Baru, dalam&lt;br /&gt;buku "Transformasi Indonesia" menjelaskan, "Sebab apabila kita berbicara&lt;br /&gt;tentang tuaian, kita sedang berbicara tentang suatu periode, suatu kurun&lt;br /&gt;waktu. Tuaian merupakan suatu periode,  artinya ada batas awalnya dan ada&lt;br /&gt;batas akhirnya.  Bila batas awal belum tiba, kita tidak akan memperoleh&lt;br /&gt;hasil tuaian yang maksimal. Sedangkan apabila batas akhir terlampaui, gandum&lt;br /&gt;yang tidak tertuai, akan membusuk di ladang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. Yeff Hammond, Pemimpin Gerakan Sekota Bedo dalam buku yang sama&lt;br /&gt;menyatakan, "Hal-hal yang sama juga sedang terjadi di Indonesia sehingga&lt;br /&gt;kita perlu mengambil langkah-langkah iman dan meyakini Kuasa Tuhan untuk&lt;br /&gt;memulihkan, memberkati, bahkan mentransformasikan bangsa Indonesia supaya&lt;br /&gt;semakin bertumbuh. Fokus pada  tahun 2005  sebagai tahun tuaian dan  tahun&lt;br /&gt;2020  sebagai tahun penggenapan Amanat Agung di Indonesia berangsur-angsur&lt;br /&gt;berubah dari impian menjadi realitas."}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran luar biasa dari kaum gerejani dalam menuturkan gerak oprasionalnya tuk menggapai target sesuat waktunya. Tertulis atas rencana matang mereka dalam mengepung muslimin di Indonesia melalui target waktunya, awal dioprasikan mesin pembunuh Iman Islami, hingga batas akhir sebagai kesimpulan akhir perjuangan memurtadkan mayoritas muslim, apakah berhasil atau tidak. Menurut mereka tergantung dari kemapaman dan kematangan usaha dalam segali aksi aksi pemurtadan yang terang terangan atau terselubung. Fantastis, bisa diluar dugaan Islam, bila gerak gerak semu dan gerak pasti mereka mencapai tujuan. Indonesia ini akan menjadi lautan salibiyah. Tetapi sebaliknya akan membusuk diladang ( akan terjadi caos) bila usaha usaha mereka tidak mengubah pendirian Islam Indonesia sebagai penganut Keyakinan Risalah Nabi Muhammad Shallallahu’alai Wasallam. Batas waktu terfokus di tahun 2005 sebagai tahun tuaian ( total usaha mereka memurtadkan kaum muslimin ) dan tahun 2020, sebagai akhir batas waktu Indonesia Menjadi “Kristen Raya”. Yang disebut dengan Istilah mereka “sebagai tahun penggenapan amanat Agung”..Terobosan terobosan kristenisasi oleh laskar Kristus dibangun diatas keyakinan Amanat Agung, berdasarkan fakta tertulis dalam alkitab, tentunya mengandung konsekwensi wajib ditunaikan, demi tercapainya maksud dan tujuan berdasar waktu yang telah diundang undangkan oleh mereka dalam keputusannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Pdt. Dr. Bambang Widjaya, Gembala Sidang (Pimpinan) Gereja Kristen&lt;br /&gt;Perjanjian Baru, dalam buku "Transformasi Indonesia" menulis, "Berbagai&lt;br /&gt;masalah datang bertubi-tubi tanpa henti. Tidak heran masyarakat menjadi&lt;br /&gt;masyarakat yang kelelahan. Lelah karena menanggung masalah yang berat.&lt;br /&gt;Selain itu, mereka juga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan alias&lt;br /&gt;masyarakat yang sedang panik. Dan, yang lebih parah, mereka juga tidak tahu&lt;br /&gt;ke mana mereka harus mencari pertolongan. Itulah keadaan dari masyarakat&lt;br /&gt;yang lelah dan telantar. (Keadaan cocok dengan gambaran Mathius 9: 35-38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah keadaan itu yang sedang dilewati oleh bangsa kita? Kegelapan moral&lt;br /&gt;dan depresi ekonomi yang berat? Masyarakat yang lelah dan telantar? Ya,&lt;br /&gt;itulah sebabnya saya tidak merasa terlalu berlebihan untuk berkata bahwa&lt;br /&gt;Indonesia *siap menghadapi tuaian (pemurtadan) yang besar.* Indonesia Siap&lt;br /&gt;Mengalami Transformasi."} dikutip dari buku transformasi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditarik pengertiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kondisi masyarakat Islam menghadapi masalan Interen,  Alerginya sebagian masyarakat Islam terhadap dunia Politik, dan Politik Islam yang pecah belah memang terasa pada Tahun 2005, dan suara yang tidak dominan, dan Orang orang Islam yang berpikiran Pragmatis nasionalis, tokoh tokoh Islam yang tidak menghendaki berdirinya partai Islam, seperti munculnya PAN (komunitas Muhammadiyah, PKB (Komunitas NU), sebagai partai terbuka dan pengembosan partai partai Islam telah melahirakan inspirasi kristen bahwa, kaum muslimin telah goyah dalam memegang prinsip Islam. Tidak bisa disatukan dalam suatu persepsi agama yang disebut “UKHUWAH ISLAMIYAH”. Kesibukan kaum muslimin menciptakan jalan jalan alternative terhadap bangsa ini dinilai sangat menguntungkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaum muslimin disebut juga sebagai masyarakat yang Lelah dan Panik, masyarakat yang mulai terpisah dari keyakinan agama sepenuhnya, lebih memilih memikirkan perut, sehingga tidak memungkin perduli terhadap agamanya. Keluh kesah kelaparan dan sulitnya mencari kerja dalam kelurga keluarga muslim, hirup pikuk keterlantaran dimana, kemerosotan ekonomi dan hancurnya system tolong menolong dalam tubuh muslimin dinilai sebagai lahan paling menguntungkan untuk digarap untuk menjad domba domba gembala gerejani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kegelapan moral, mungkin tepatnya disebut amoral, manusia yang tidak bermoral, sesame Islamnya saling tuduh menuduh, saling gontokan, saling jotos, saling bantai, persaingan politik yang mengundan petaka, akibat arus demokrasi. Melebarnya jaringan penyesat ajaran agama di Indonesia, mulai dari ahmadiyah, Lia Eden, Ahmad Moshaddiq, dan JIL (jaringan islam libral), suku suku yang teraduk aduk, pertikaian antar suku merupakan tuian Kristen yang memang sangat diharapkan, yang tentu saja dinilai bahwa bangsa ini (mayoritas Islam), depresi, panic, tidak tahu arah, kemana harus mencari pertolongan. Disini Kristen berusaha menempatkan sebagai dewa penolong dan berusah menghutangkan jasa sehingga lahir anggapan bahwa Kristen sangat berjasa, dan yang pasti akan ada balas jasa, murtad dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Utama Dalam Pemurtadan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ir. Drs. Bonar Simangunsong, Msc. SE. seorang tokoh Kristiani dalam Majalah&lt;br /&gt;Kristen "Spirit", edisi 014, hal. 9, Thn. 2003, menyatakan, "… Maka tidak&lt;br /&gt;mustahil umat Allah (umat Nasrani) akan tampil beda dengan orang lain (umat&lt;br /&gt;lain), menjadi berkat untuk orang lain, bahkan  memimpin&lt;br /&gt;pemerintahan,,perusahaan, pendidikan, dan&lt;br /&gt;,posisi-posisi kunci,  yang pada akhirnya semuanya itu dipersembahkan untuk&lt;br /&gt;kemuliaan Allah.")…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan gerak dalam sepak terjang kretenisasi ini tercermin dalam kalimat “Tidak mustahi dan seterusny….” Dengan sasaran yang jelas. Tertumpu pada titik Sentral dan sub sub kegiatan bangsa, seperti merebut kepemimpinan Tertinggi dalam pemerintahan (yang tentu saja di tiupkan oleh musuh musuh Islam, wacana presiden Kristen lewat genta demokrasi), menguasai seluruh perusahan, yang dipastikan sangat dibutuhkan oleh sebagian tenaga kerja dari kaum mulimin dan peluangnya untuk dimurtadkan lebih besar pula. Menguasai seluruh sector pendidikan sehingga bisa merobah corak pendidikan, disamping posisi posisi paling stretegis dalam ruang lingkup kekuasan, diantara seperti Departemin Agama, peran paling mentukan merubah haluan umat Islam. Suatu yang tidak mustahil untuk terjadi kalau umat islam tertidur dalam benturan benturan dan perpecahan, serta tidak mau duduk bersama menuntaskan masalah masalah intern umat itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Selanjutnya Dr. Iman Santoso, Koordinator Komite Pengarah Jaringan Doa Nasional, dalam buku "Transformasi Indonesia" menjelaskan, "Apakah sebenarnya kota itu?&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kota paling sedikit mempunyai dua&lt;br /&gt;dimensi arti, yaitu kota sebagai daerah permukiman atau kota sebagai  pusat&lt;br /&gt;kegiatan seperti pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kota-kota dan transformasi dalam bidang-bidang kategorial seperti  anak,&lt;br /&gt;remaja, pemuda, mahasiswa, wanita, pengusaha, dan lain-lain} &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan sang dokter ini tentu tidak sekedar kelakar dunia tulisan, tetapi sikap kekompakan gereja untuk tuian (pemurtadan) dalam suatu kurun yang ditetapkan sebagai kurun tuian, kurun meraih hasil usaha, demi amanat agung yang menjadi landasan terbangnya. Landasan menuju distinasi pencapaian Transformasi Indonesia. sebagai contoh, bagi kalangan kampus, mereka telah mendidik para&lt;br /&gt;mahasiswa/i Kristiani untuk melakukan gerakan penginjilan di lingkungan&lt;br /&gt;Mahasiswa. Salah satu bukti buku diklat penginjilan dalam kampus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan yang paling menarik dalam aksi pemurtadan bisa dibaca dengan seksama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bangsa kita saat ini sedang dalam keadaan yang sangat genting, dan Tuhan ingin kita mengerti hal itu. Kesabaran Tuhan tinggallah sedikit, dan kita sebagai gereja harus peduli akan bangsa ini, jika tidak bangsa ini akan mengalami kehancuran. Dalam sisa waktu ini kita harus bergegas. Ada sesuatu yang Tuhan ingin agar kita lakukan. Yakinlah bahwa Tuhan tidak menginginkan bangsa Indonesia hancur. Namun, syaratnya hanyalah satu, yaitu Tuhan harus menemukan umat-Nya di negeri ini, yang percaya dan yang memberi hidupnya  bagi Indonesia. Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan mencintai semua bangsa dan ingin agar mereka semua menyembah-Nya.” (buku transformasi hal. 49). &lt;br /&gt;Seluruh bangsa harus masuk dalam barisan kristus, beribadah menurut cara cara mereka dan satu visi keimanan dengan mereka. Keadan genting bangsa menjadi tumpuhan perhatian kaum gerejani dalam  menyatukan bangsa dalam konsep trinitas. Seolah naungan gereja adalam rimbunan kesejukan yang bisa memadukan hati manusia dalm bingkai keyakinan trinitas. Suatu gambaran telaah gereja terhadap Islam di Indonesia bukan lagi sebagai sahabat bangsa, tetapi musuh yang harus ditaklukan diatas satu titian Trinitarian. Memungkinkan  setiap orang Kristen dalam program geraja, ikut dan turut serta memainkan peran dalam mempengaruhi kaum Muslimin, terutama kalangan terpelajar dan yang membidangi secaara khusus teoligi Trinitarian untuk bersama menggiring massa Islam bersatu dalam keimanan ketuhanan Yesus.&lt;br /&gt;Dr. W.B. Sidjabat, dalam bukunya, Panggilan Kita di Indonesia Dewasa Ini,  juga menyebutkan hambatan misi Kristen dari kaum Muslim Indonesia:&lt;br /&gt;“Saudara2, kenjataan2 jang saja telah paparkan ini telah menundjukkan adanya suatu tantangan jang hebat sekali untuk ummat Kristen… Dalam hubungan ini saja hendak menundjukkan kepada ummat Kristen bahwa sekarang ini djumlah jang menunggu2 Indjil Kristus Jesus djauh lebih banyak daripada djumlah jang dihadapi oleh Rasul2 pada abad pertama tarich Masehi… Pekabaran Indjil di Indonesia, kalau demikian, masih akan terus menghadapi “challenge” Islam di negara gugusan ini… Seluruhnya ini menundjukkan bahwa pertemuan Indjil dengan Islam dalam bidang-tjakup jang lebih luas sudah “dimulai”. Saja bilang “dimulai”, bukan dengan melupakan Pekabaran Indjil kepada ummat Islam sedjak abad jang ketudjuh, melainkan karena kalau kita perhatikan dengan seksama maka “konfrontasi” Indjil dan Agama2 di dunia ini dalam bidang-tjakup jang seluas2nya, dan dalam hal ini dengan Islam, barulah “dimulai” dewasa ini setjara mendalam. Dan bagi orang2 jang berkejakinan atas kuasa Allah Bapa, jesus Kristus dan Roch Kudus, setiap konfrontasi seperti ini akan selalu dipandangnja sebagai undangan untuk turut mengerahkan djiwa dan raga memenuhi tugas demi kemuliaan Allah.”. &lt;br /&gt;Ketara sekali permusuhan mereka terhadap Islam,  sehingga menyebut islam sebagai tembok hambatan dalam misi kristenisasi, Sejak abad ketujuh, telah ditabuh gerakan mendalami Islam dengan penyebaran pekabaran Injil kepada Umat Islam sebagai ladang garapan mereka, bahkan  dalam salah satu tulisan pendeta lainnya umat Islam disebut padi yang sedang menguning siap untuk dituai.   Dijaman Pak Harto berkuasa, Kristen menggunakan tangan tangan kekuasan untuk merombak keyakinan bangsa sebagaimana   Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2000-2005, Natan Setiabudi mendefinisikan Transformasi dengan Trio RMS (Radius, Mooy, Sumarlin) di bidang ekonomi beragama Kristen (Transformasi Indonesia). Yang disebut merupakan kesempatan paling menyenangkan dan menggairahkan menancapkan SALIB di Indonesia. Bahkan kekecewaan mereka menjadi bukti ketika pak harto mulai merangkaul Islam, terutama setelah lahirnya ICMI. (waktu Suharto melirik kelompok lain, kelompok tersebut menuding bahwa dua kelompok (Kristen dan China) adalah biang keladi segala persoalan yang ada.” (. Tansformasi Indonesia hal ,45). Lanjutnya: ”Tugas gereja sebagai satu organisme yang telah ditebus oleh darah Kristus adalah meneruskan karya salib bagi banyak manusia yang diciptakan dan dikasihi-Nya, yaitu mereka yang bukan saja belum menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka, melainkan juga mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil… Dalam hal ini, gereja adalah alat yang dipilih Tuhan untuk menjadi agen transformasi.”   (Tranformasi  Indonesia hal. 73-74). Menumpang kata “diperlakukan tidak adil”, pastilah maksudnya kaum marginal, pemulung, pedagang  kaki lima, para jelata, kaum buruh, petani petani tradisonal yang tertindas hutang, para pengemis dan kaum nelayan yang hidup susah di pantai. Terlebih pantai menjadi lahan strategis untuk  menghancurkan aqidah Islam, melebur kaum muslimin MENYATU DALAM SERDADU SERDADU YESUS.&lt;br /&gt;ANAK ANAK MARIA MENGEPUNG INDONESIA&lt;br /&gt;1. Pendeta Muhammad Ali Markus menyusuri pesisir pantai Madura,(Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan) mengaku habib, mengaku temannya Habib Riziq, mengaku bersama Ja’far, membodohi masyarakat Islam Madura, termasuk juga membodohi  Kristen sendiri dengan cerita cerita : INILAH CERITA DUSTANYA: Berhaya tentang Sumur Zamzam ada di Madina ( lucu, sumur Zamzam kan di Mekkah bib palsu), mengaku sebagai pejuang di Afghanistan, mengaku bersama ustad ja’far di ambon , sebuah bualan dusta besarnya terekam dalam VCD yang disebar luaskan di Madura. Selain itu juga Pendeta Sapto Edhi Mantan Preman dan Pembunuh adalah Pendeta Paling Radikal ketika melakukan penghinaan terhadap Islam. Ini lagi Kerjaannya Kristen, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berencana melakukan koordinasi dengan polisi terkait penyebaran buku dan video compact disk (VCD) yang melecehkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Ketua MUI Sumenep, KH A Shafraji menjelaskan, Jumat, pihaknya telah menerima laporan dari Pengurus MUI Kecamatan Pasongsongan tentang adanya penyebaran buku dan VCD yang melecehkan ajaran Islam di dua desa, yakni Desa Soddara dan Panaongan. (itulah aksi Kristen di Madura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendeta Edhie Sapto dan blog Bellarminus Bekasi, menghujat Al-Quran diluar batas, dengan blognya, “ Habisi Islam di Indonesia”, dia seorang  Kristen, mantan pembunuh bayaran…pantas  aja sikapnya ngawur, dibekasi dia bukan saja mencari masalah , bahkan Midras Tilmiddimnya menjadi media memaki maki Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kristenisasi  di Sampang, oleh Sapto edhi  juga, mengaku tidak memaksa, tetapi penghujatannya diluar batas kewajaran, lewat Midras Tilmiddim pula, &lt;br /&gt;Kajian perbandingan agama yang dituangkan di Midrash Talmiddim, sarat pelecehan terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, misal?nya: menyatakan Allah dalam Al-Quran itu tidak memberi ampunan (tidak Maha Pengampun) dan membiarkan orang yang sesat dalam kesesatan (tidak memberikan petunjuk); memfitnah Nabi Muhammad dengan tuduhan pernah jadi orang kafir karena pernah beribadah dengan cara semedi di goa; Muhammad adalah seorang pemarah yang membuat ayat Al-Qur?an untuk melampiaskan kemarahan kepada orang Yahudi; Nabi Muhammad tidak memiliki mukjizat; dll. Tentang Edhi Sapto, korbanya &lt;br /&gt;Heryanto, salah seorang korban yang berasal dari Manado mengalami berbagai siksaan akibat menolak masuk Kristen. Ia sempat disiksa, ditelanjangi dan dikunci dalam kamar tanpa diberi makan dan minum beberapa hari. Karena tetap bertahan dalam Islam, Edhie mengancam Heryanto dengan menyatakan bahwa dulu dia adalah preman dan pembunuh. Tak lama kemudian, markas pemurtadan Edhie Sapto digerebeg oleh FBUI bekerja sama dengan FAKTA, Brigade Ababil, MUI dan warga setempat. Aparat kepolisian dan kelurahan tak ketinggalan ikut mengamankan pendeta ini. Setelah ketangkap basah, maka Edhie menyerahkan penghuni gelap di yayasannya kepada Panglima Brigade Ababil, KH Sulaiman Zachawerus (3/5/2002). Lalu masih pantaskah Kristen disebut membawa damai, damai untuk siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peristiwa sampit berangka dari antara agama dan kesukuan, dominasi Kristen dayak , senandung para politisi Kristen yang memanghendaki Orang Madura hengkang dari  Kalteng. Di kalimantan Tengah orang-orang-dayak ini banyak bekerja sebagai pegawai Pemda dan Politisi Kalteng, mereka sangat militant dalam keyakinan agama Nasrani mereka. Sikap diskriminatif terhadap pegawai muslim pun sering terjadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pantai Selatan Pulau Jawa Menjadi Target Kristenisasi , Mulai dari Malang Selatan, Blitar Selatan, Yogya Selatan, hingga puncak selatan paling barat dari pulau jawa, menjadi sarang penyamun iman Kristenisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. CahayaTV ?atau apapun namanya? bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Acara bazar dan pembagian sembako ternyata berubah menjadi kegiatan kebak-tian, serta berbagai ibadah Kristen padahal ribuan orang yang hadir dalam acara itu kalangan umat Islam terutama ibu-ibu dengan berbusana Muslimah datang dari berbagai daerah, seperti Muara Gembong, Cabang Bungin, Pekayon, Jakarta, dan Tangerang.&lt;br /&gt;Peristiwa naas tersebut terjadi pada Sabtu (1/12/2007). Saksi dari Muara Gem-bong menyatakan, Lurah Muara Gembong mengajak warganya untuk mengikuti bazaar dan pembagian sembako di Galaxi. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya acara tersebut merupakan rangkaian peresmian gereja, sehingga berangkatlah sekitar 1200-an ibu-ibu dan anak-anak dengan menyewa 21 bus.Karena semua mendengar nyanyi-nyanyi haleluya dan pendeta berkoar-koar lalu rombongan saksi tadi merasa tertipu sehingga meminta pulang. Lalu rombongan melaksanakan shalat maghrib di masjid terdekat, kemudian pulang. Saksi tadi pun menyatakan Kepala Desa Lenggah Sari dan Jaya Sakti desa-desa lain di Muara Gembong ikut acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kasus ini terjadi di Jakarta. Misionaris yang satu ini, menyamar dengan menggu-nakan jilbab dan mencari mangsa di Masjid Istiqlal. Salah satu korbannya adalah Endah. Setelah berkenalan Endah hanyut mende-ngar omongan 'muslimah' itu. Pertemuan terus berlanjut sampai Endah kuliah di Ma'had Al-Hikmah Jakarta Selatan. 'Muslimah' itu seringkali mendatangi Endah di Ma'had. Mereka sering kumpul dengan beberapa orang, seperti halnya sebuah pengajian.&lt;br /&gt;Mulanya, materi yang disampaikan dalam pengajian itu tidak ada yang berma-salah. Namun lama-kelamaan menyimpang. Tidak lagi berpandangan positif terhadap Islam. Bahkan sering kali memfitnah Allah, Islam dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pemerkosaan. Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen. Ia diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tak berdaya, ia dibaptis.&lt;br /&gt;Penculikan. Linda, siswi SPK Aisyah Padang, diculik, disekap, dan diteror secara kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap” di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ini hanya sebagian kecil dai gerak Kristenisi yang Jelas berbagai cara dipakai untuk menghancurka Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warning: Jagalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka (kristenisasi ) yang mengintai,  dima saja anda berada !!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-5572570790665227028?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/5572570790665227028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/09/laskar-kristus-mengepung-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/5572570790665227028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/5572570790665227028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/09/laskar-kristus-mengepung-indonesia.html' title='Laskar Kristus  Mengepung Indonesia'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-5714794918705568691</id><published>2010-09-01T01:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T01:39:59.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kristen jahat'/><title type='text'>“INILAH SIKAP KRISTEN YANG SELALU BICARA DAMAI”</title><content type='html'>“INILAH SIKAP KRISTEN YANG SELALU BICARA DAMAI”&lt;br /&gt; “Sebuah pelayanan non-denominasi Dove World Outreach Center, Florida menyatakan akan memperingati peristiwa serangan 11 September dengan membakar kitab suci umat Islam. Hal ini menimbulkan pro kontra, bahkan dikalangan umat Kristen Amerika sendiri.&lt;br /&gt;Organisasi tersebut mengorganisi “International Burn A Quran Day” karena dalam pandangan mereka Islam sebagai “agama kekerasan dan penindas.”&lt;br /&gt;“Kami merasa perlu melakukan karena perlu ada suatu teriakan terhadap Islam, padahal Islam menggambarkan diri mereka sebagai agama yang cinta damai,” demikian jelas Dr. Terry Jones, pendeta senior Dave World Outreach Center kepada Christian Post.&lt;br /&gt;Sebuah grup di Facebook juga menyatakan akan membakar Al-Quran pada 11 September nanti untuk menerangi gereja sebagai peringatan bagi para korban 9/11 dan untuk melawan kejahatan Islam.&lt;br /&gt;http://www.jawaban.com/index.php/news/detail_text_view/id/90/news/100729161951/limit/0/headline/DOWC-Akan-Bakar-Al-Quran-Untuk-Peringati-911/limit/20   }   Anda bisa bayangkan perkataan Dr. Terry Jones, pendeta senior Dave World Outreach Center kepada Christian Post.yang tinggal di sebuah Negara Bagian , Florida. Mencanangkan program kebencian, mengobarkan semangat kristenisasi tingkat dunia, yang tentu saja akan dilangsir oleh seluruh TV dunia, sebagai karya Kristen terhadap dunia, dengan menawarkan kebencian universal. Memuali dengan Garis startnya “membakar Al-Quran. &lt;br /&gt;Sangkakala Babak perang salib baru akan ditiup di Florida, sebagai bentuk kegagalan gereja menyangkal issu iternasional tentang Kasus Sex di Vatkan. Berimbas pada upaya mengalihkan perhatian dunia dengan melangsir kembali peristiwa WTC, yang di dramatiser oleh Yahudi, bahwa WTC, benar benar perbuatan Muslim, meskipun telah diakui bahwa itu prilaku intelejen Amerika. Jelas motif pembakaran Quran adalah motif sakit hati orang orang non muslim, akibat kasus sekandal sex di Vatikan Terungkap. Tak mau menanggung malu soal kasus itu, kasus yang mencoreng Vatikan dan dunia Gereja yang dituduh sebagai istana penumpahan darah anak anak fidophil yang dinista di rumah rumah tuhan, yang menyisakan darah darah sodomi dan dosa ribuan anak anak tak berdosa. Lalu berusaha membawa dunia tenggelam kenangan peristiwa WTC. Suatu scenario kebencian sebuah agama. Yang sok idealis berbacara “KEDAMAIAN DUNIA”. Sebenarnya sebuah firterisasi dunia non muslim dari rasa takut menghadapi perubahan dunia yang mulai merasa terintimidasi oleh agama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan mereka bukan tanpa alasan. &lt;br /&gt;Pertama, karena menyusutnya kepercayaan dunia barat terhadap agama kristen, banyaknya convert agama di Barat menuai pikir antisipasi berlebihan dengan gagasan gagasan kebencian bersifat TEROR MENTAL terhadap dunia Islam. Setelah menggambarkan Islam lewat komek penistaan terhadap Muhammad Rasulullsah dianggap kurang berhasil, lalu mencari inspirasi baru yang lebih menggegerkan. &lt;br /&gt;Kedua. Kasus sex kaum Gerejani di belahan bumi, mulai dari Vatikan (Sebagai Kota Tuhan) hingga gereja geraja lainnya didunia telah membuat peta baru keberadaan agama ini semakin menampakkan belangnya, bahwa pada hakikatnya “HUKUM PENEBUSAN DOSA”, telah membuat kaum gereja terjangkit penyakit hyper sex yang meruntuhkan kepercayaan dunia pada kesucian Vatikan. &lt;br /&gt;Ketiga. Menunjukkan bahwa “ALKITAB” tidak mampu meredam maksiat besar besaran berwajah “PESTA SEX”, disamping menumpahkan rasa dan  sikap alergi terhadap agama lain. Karena memang dalam ALKITAB TIDAK ADA AJARAN TOLERANSI. Selain menumbuhkan populasi Rasial yang membahayakan dunia. &lt;br /&gt;"Bangsa dan kerajaan yang tak mau mengabdi kepadamu (Israel), akan&lt;br /&gt;binasa dan hilang lenyap". (yesaya 60:12)&lt;br /&gt;Keempat, Ternyata terbukti bahwa AL-KITAB, sesuai ayatnya  tidaklah membawa damai, tetapi membawa PEDANG, dengan menebar kebencian dikalangan pengikutnya. &lt;br /&gt;Josua 6: 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“21. Dan mereka benar-benar menghancurkan semua yang ada di kota, baik pria dan wanita, tua dan muda, dan lembu, dan domba, dan keledai, dengan mata pedang.”&lt;br /&gt;Ulangan 20:16 “Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,” ……Benarkah ini ajaran firman Tuhan&lt;br /&gt;Imamat 24: 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan dia yang menghujat nama Tuhan, ia harus dihukum mati, dan semua himpunan harus melempari dia: dan juga orang asing, karena ia yang lahir di negeri itu, bila ia menghujat nama TUHAN, harus dihukum mati. INILAH FUNDAMENTAL MEREKA YANG SANGAT MEMBAHAYAKAN DUNIA.&lt;br /&gt;Samuel 15: 3  Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."…KALAU INI YANG TERJADI JELAS FANATISME AGAMA YANG MENGAJARKAN KEBENCIAN TINGKAT  INTERNASIONAL. &lt;br /&gt;Bilangan 31: 17-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Maka sekarang membunuh setiap laki-laki di antara anak-anak kecil, dan membunuh setiap wanita bahwa manusia telah dikenal dengan berbaring dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tapi semua anak-anak perempuan, yang tidak diketahui orang dengan berbaring dengan dia, tetap hidup sendiri. INILAH TANTANGAN BUAT KEHIDUPAN MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKIBATnya :&lt;br /&gt;1.Siapa yang membunuh muslim 800,000 menyerah di palestina          hanya  3 (tiga) hari pada perang perang salib?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Siapa yang membunuh 1.500.000 muslim menyerah pada Spanyol pada inkuisisi oleh Ratu Issabella III?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Siapa yang membunuh ribuan orang asli di Amerika Utara dan Australia untuk menduduki tanah mereka dan sifat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Siapa yang membunuh jutaan orang Amerika Selatan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.Siapa yang membunuh jutaan manusia dalam Perang Dunia I? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Siapa yang membunuh 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7.Siapa yang menewas 2 juta orang Kristen Polandia dalam Pe  rang Du-nia II? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapa yang membunuh 6.000.000 Cina selama invasi Cina? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapa yang membunuh 2.000.000 Kamboja selama perang sipil? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Siapa yang membunuh lebih dari 2 juta Filipina selama invasi dari Filipina? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Siapa yang membunuh lebih dari setengah juta orang Tibet selama 6 dekade terakhir?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;12. Siapa yang membunuh lebih dari 2 juta Vietnam selama Perang Viet-nam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Siapa yang menjatuhkan bom kimia dan biologi di Vietnam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Siapa yang menjatuhkan bom nuklir di Jepang dan menewaskan ri-buan orang di Hiroshima dan Nagasaki?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;15. Siapa yang membunuh lebih dari 2 juta orang Kristen Afrika di Rwanda, Sierra, Leone, Burundi dan Kongo dalam! dua dekade terakhir?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;16. Siapa yang membuat lebih dari 9.500.000 pengungsi manusia di Afri-ka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Siapa yang membunuh dan menyita tanah dari petani Putih di Zim-babwe? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Siapa yang menemukan, bom nuklir biologi dan kimia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Siapa yang menjual bom paling canggih dan terbaik membunuh mesin untuk dunia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Siapa yang membunuh ratusan orang kulit hitam di Amerika dan ti-dak menganggap mereka sebagai manusia sampai tahun 1960-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Siapa supremasi Putih? &lt;br /&gt; 22. Siapa yang tidak menganggap perempuan sebagai orang   sam pai tahun 1940-an?&lt;br /&gt;Saya sengaja tidak menanyakan soal pembunuhan jutaan Muslim di Bosnia, Kossovo, Chechnya, Kashmir, Palestina, Rusia, Irak, Afg-hanistan, Cina, India, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong buktikan bahwa sebagian besar bencana di atas dan geno-sida ras manusia tidak disebabkan oleh orang-orang yang menga-ku sebagai orang Kristen? &lt;br /&gt;Non-Muslim juga menciptakan genosida lain? &lt;br /&gt;Jika Anda tertarik, saya bisa menulis lebih banyak  daftar lagi se-mua holocausts dan genosida, disebabkan oleh orang-orang yang bukan muslim. Dan lalu bagaimana jejak christian tersebar di du-nia, yang tentu saja bukan karya Yesus tetapi disebarkan oleh im-perialisme oleh british, Spanyol, Portugal, dll  dengan motto: "GOLD, GLORY, GOSPEL TROUGH THE WORLD!!!" &lt;br /&gt;…. Saya sebagai penulis hanya berinspirasi bahwa persoalan me-nyangkut keyakinan, bisa membuat orang hidup tentram. Bukan sebaliknya, melahirkan sikap sikap permusuhan. Dn kalaupun ha-rus diperdebatkan, jalan dialog atau polemic adalah jalan utama membedah masalah keyakinan. Sejak awal saya berkeyakinan pula bahwa keyakinan tidak harus membangun tembok tembok kebenkcian dalam persaingan keyakinannya. Tidak harus diperjuangkan dengan cara yang mengundang “KERUH”, misalnya bentuk bentuk ajakan rekrut , lalu memancing diair keruh. Menyebarkan jala kedesa desa dengan pukat pukat menggiurkan, seperti kedok kedok sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-5714794918705568691?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/5714794918705568691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/09/inilah-sikap-kristen-yang-selalu-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/5714794918705568691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/5714794918705568691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/09/inilah-sikap-kristen-yang-selalu-bicara.html' title='“INILAH SIKAP KRISTEN YANG SELALU BICARA DAMAI”'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-6444314981142471225</id><published>2010-05-05T17:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T17:08:17.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog3'/><title type='text'>SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY3</title><content type='html'>Malam Ke 7 : Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah&lt;br /&gt;A: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al Qur�an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi Nabi Muhammad Benar, tidak kelirukah penyampaiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak keliru, malah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya mengakui, karena beliau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Terima kasih , Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan saudara Antonius sendiri atas ke Rasulannya Nabi Muhammad SAW, tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alhamdulillah, saudara Antonius sudah 50 % Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke Esaan Tuhan yang Maha Tunggal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan (alasan-alasan) dalam kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini disebutkan : "Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: 1. Diayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga.&lt;br /&gt;2 . Diayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan.&lt;br /&gt;3 . Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar.&lt;br /&gt;Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik , di situ menyebutkan: "Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, kesuatu tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ menyebutkan : "Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: DI ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ menyebutkan: "Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disitu menyebutkan bahwa: Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ menyebutkan bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu �.. dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu�" Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Disitu menyebutkan: "Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: "Tuhan, Tuhan" kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah Cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia "bukan anak tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, akan saya penuhi harapan saudara, silahkan saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tentu Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi dikitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah "anak manusia"; bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, kalau betul, mengapa saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan Utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, telah bapak sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya mengaku; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Demi kepuasan saudara silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali lagi saya bertanya: "Anak manusiakah Yesus itu atau anak tuhan"?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata: "Yesus adalah anak manusia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat yang saudara baca tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan periksa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut susunan ayat tersebut, jelas: "Menolak adanya dosa waris", berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: YA, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui "tidak ada dosa waris".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betul, sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah cukup jelas keterangan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan "pesuruh (Utusan) Tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang terhadap "Trinitas" (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alhamdulillah, jadi saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B:Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, tetapi saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa: Pertama, Saudara telah membenarkan kitab Al Qur�an. Beberapa ayat Al Qur�an yang saudara kemukakan yang pada mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kedua, Pada pertemuan yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi Muhammad SAW selaku Utusan Tuhan, betulkah demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul saya telah mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil (Bibel) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan saudara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, saya penuhi pengharapan saudara, silahkan saudara periksa kitab Yahya pasal 8 ayat 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: "Kesaksianku benar", sedangkan di ayat lain menyebutkan "Kesaksianku tidak benar". Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya akui memang tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Oleh karena bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar bapak saja memeriksanya, sepaya lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah; harap saudara memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir, kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa Inggris ialah "The Holy Bible", "Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)". Saya serahkan kitab ini kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, saya terima kitab Bibel yang berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dihalaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan: "THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: "Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu" Betulkah begitu artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap saudara cocokkan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, artinya sama kuatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Disini menyebutkan : "IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: "Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar". Betulkah begitu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan "IS TRUE", adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan "IS NOT TRUE", adalah tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, memang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul Demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya , ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al Qur�an terdapat apa yang disebut "Nasich dan Mansuch" ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum yang baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di dalam Al Qur�an terdapat "Nasich dan Mansuch" ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dimanakah di dalam Al Qur�an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya "Nasich dan Mansuch". Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau saudara memerlukan , akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan, saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda diwaktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang pertama: "Diharuskan memakai lampu" sedang yang kedua "Dilarang". Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian. Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu diantaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, tetapi tentunya saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti , dengan lain kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 8 : Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel&lt;br /&gt;A: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kemarin malam saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita bicarakan saja pasal-pasal yang saudara pandang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tetapi keterangan bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi kitab Bibel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terima kasih. Harapan, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bagaimanakah menurut tafsiran saudara susunan ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Disini menyebutkan: "Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, disini saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, disatu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya mengakui memang tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: "Kejadian pasal 32 ayat 30"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, di sini menyebutkan: "Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel karena katanya: "Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Perhatikan: disatu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pengakuan saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda�...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama "Toi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekarang silahkan periksa kitab: "Tawarikh yang pertama", pasal 18 ayat 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini menyebutkan: "Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini siapakah nama raja Hamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah "Tohu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, perhatikanlah : disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah "Toi" sedangkan di ayat lain menyebutkan "Tohu". Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan "Wahyu" atau "Ilham".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul juga pendapat bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham. Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;(pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada&lt;br /&gt;&gt;tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini menyebutkan: "Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud ��"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betul, sekarang lanjutkan periksa di kitab: Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini ada menyebutkan : "Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu". "Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud��"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup dibaca sampai disitu. Diayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja hamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Buktikan, disatu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak tahu yang mana yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu; padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan saudara tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mestinya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik disini ada menyebutkan: "Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B Saya merasa beruntung kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu. Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini ada menyebutkan : "Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Siapakah nama raja di ayat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Namanya Jojachin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini ada menyebutkan: "Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan diayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara baca tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata "Yehoyakhin" diganti dengan "Yoyakhin"&lt;br /&gt;&gt;dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata "tiga tahun" diganti "tiga bulan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang mustahil dikitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: "Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menjabat apakah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kepala segala penghulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Delapan ratus orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: "Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Namanya Yasobam bin Hachmoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menjabat apakah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kepala dari orang tiga puluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sebanyak Tiga ratus orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Intermezzo sedikit pak Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya, boleh intermezzo jenis apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel. Padahal kalau tidak salah ayat-ayat dikitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Lain waktu saya bisa terangkan pada saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menghafalkannya saja tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan saya, dapat bapak menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali bapak menunjukkannya. Betul saya bertanya; malah diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus interior). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, perhatikan; disatu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah cukup jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu denganyang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu diayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata "A" lalu diayat lain Tuhan berkata lagi bukan "A" tetapi "B". Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia disana�.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, diayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini ada menyebutkan: "Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu�"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah saya persilahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) dinegeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut pikiran saya tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dari manakah saudara ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mengapa bapak berpendapat demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di zaman ini ada beberapa orang dinegeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: saya menerima keterangan bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bia bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 9 : MASUK ISLAM&lt;br /&gt;A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu "Patokan" yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, saudara terangkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain.&lt;br /&gt;Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al Qur�an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bapak sekarang sedang menghisap rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah:&lt;br /&gt;1 . Batang Rokoknya&lt;br /&gt;2 . Apinya&lt;br /&gt;3 . Merah api pada rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya betul, teruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: ya, betul begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya. Betul batang rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (tuhan bapak) atau bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mestinya bukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau saudara mengatapak apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan rohul kuduspun bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata : Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terang bukan Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah Lenyap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu saja Tuhan ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya tidak berdusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN : Kami telah menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya minta saudara Antonius membacakan "Kalimah Syahadah", saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah"&lt;br /&gt;Tahukah saudara artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru. "Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betulkah saudara-saudara yang hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Marilah kita bersama-sama berdo�a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Nama saya yang sebenarnya "Antonius Widuri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya setuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya tetapkan nama saudara sekarang "Antonius Muslim Widuri". Jadi ditambah dengan kata Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Selaku seorang islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, saya penuhi besok malam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam Ke 9 : MASUK ISLAM&lt;br /&gt;A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu "Patokan" yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, saudara terangkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain.&lt;br /&gt;Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al Qur�an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bapak sekarang sedang menghisap rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah:&lt;br /&gt;1 . Batang Rokoknya&lt;br /&gt;2 . Apinya&lt;br /&gt;3 . Merah api pada rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya betul, teruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: ya, betul begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya. Betul batang rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (tuhan bapak) atau bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mestinya bukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau saudara mengatapak apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan rohul kuduspun bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata : Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terang bukan Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah Lenyap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu saja Tuhan ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya tidak berdusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN : Kami telah menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya minta saudara Antonius membacakan "Kalimah Syahadah", saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah"&lt;br /&gt;Tahukah saudara artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru. "Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betulkah saudara-saudara yang hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Marilah kita bersama-sama berdo�a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Nama saya yang sebenarnya "Antonius Widuri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya setuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya tetapkan nama saudara sekarang "Antonius Muslim Widuri". Jadi ditambah dengan kata Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Selaku seorang islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, saya penuhi besok malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMBUTAN PADA MALAM SELAMATAN&lt;br /&gt;SDR. ANTONIUS MUSLIM WIDURI&lt;br /&gt;Ass. Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara bapak Kyai Bahaudin Mudhari dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen Roma Katolik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya saya dalam agama Islam, ajaran agama Allah SWT. Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur ke hadirat Allah SWT. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu kami harus mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar, kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari bapak Kyai Bahaudin Mudhary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan didikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara menyaksikan sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama islam, adalah bukan karena paksaan, bukan karena pengaruh dari dari siapapun, bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu tidak sedikit berlangsung beberapa malam lamanya. Dan disamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut membantu kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam, bukan karena ikut-ikutan melainkan dengan penyelidikan,penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. Malah bagi saudara-saudara yang mengikuti "diskusi" dari muali sampai pada malam ini, saudara-saudara menyaksikan sendiri betapa gigihnya kami mempertahanakan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Roma Katolik dalam pertemuan itu. Namun kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar setelah dikikis sedikit demi sedikit oleh bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan kitab Bibel untuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami. Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak salah kalau beliau pernah menyinggung dengan ucapan "senjata makan tuan." Kami akhiri sampai disini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bimbingan bapak-bapak dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ass. Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do'a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da'wah Islamiyah di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyatakan terima kasih kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan "mayoritas" atau "minoritas" di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang "dakwah" dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: "Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass. Wr. Wb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SURAT PENGAKUAN&lt;br /&gt;Kami pembuat surat pengakuan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernama : Antonius Widuri&lt;br /&gt;Kelahiran : Yogja&lt;br /&gt;Umur : 30 tahun (1970)&lt;br /&gt;Agama : Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah " (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, disamping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang meng-Islam-kan Sumenep, tgl 18 Maret 1970&lt;br /&gt;Kami yang membuat pengakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kyai Bahaudin Mudhary) - ( Antonius Muslim Widuri )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Marzuki&lt;br /&gt;Muh. Nawir Rasyidi&lt;br /&gt;Abd. Latif&lt;br /&gt;M. Ahya&lt;br /&gt;Muh. Hatta&lt;br /&gt;M. Markan&lt;br /&gt;R.H. Abd. Azis&lt;br /&gt;A. Zainuddin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan Rohani Antonius Muslim Widuri&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam buku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kesaksianku bahwa tiada tuhan yang haq disembah selain Alloh, dan Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku. Saya semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas dan bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. Tak ada target yang terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran. Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar merasakan kenikmatan dan kemantapan hidup. Segala persoalan dan ganjalan kehidupan yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. Saya selalu teringat pesan Bapak Kyai Bahaudin (almarhum) yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman sekaligus berdakwah dengannya, agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. Beliau nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku begitu terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya. Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal Beliau. Rasanya tidak ada lagi tenpat untuk bertanya, yang mampu memberikan jawaban yang teduh dan pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh bapak Kyai Bahaudin kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang ditelingaku. Akan tetapi ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. Setelah saya benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu ikut membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah membuktikan janji Alloh dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS,Al-Isra:79)&lt;br /&gt;Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa Islam agama yang maha sempurna, tidak satupun agama lain yang memiliki hal serupa. Contoh kecil, dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana apapun, semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul (suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan ridhoNya. Tugas sehari-hari kami di kantor yang cukup melelahkanpun bisa terselesaikan dengan sukses dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan kental antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha denga takdir dan keserasian antara fikir dengan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat hidup K.H. Bahaudin Mudhary (1920-1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Sumenep 23 April 1920 dan berpulang ke Rahmatullah 4 Desember 1979 di Surabaya. Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya --KH. Ahmad Sufhansa Mudhary-- yang ulama dan teman berbincang dari kakaknya alm. K.H. Abdul Hamid Mudhary, yang sama sekali tidak pernah mengenyam sekolah formal ataupun Pesantren, kecuali berkhidmat kepada ayahandanya saja. Alhasil, beliaupun mampu mereguk ilmu keislaman disamping mahir bahasa Arab, Belanda dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan yang pernah diembannya antara lain, Komandan Sudanco, Ketua Muhammadiyah, Ketua Masyumi, Wedana di Bangkalan serta ketua Perserikatan Muslim Tionghoa di Madura (sekarang PITI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum dalam kesehariannya sangat sederhana lagi bersahaja. Ia juga humoris dengan petuah yang penuh warna "parigan" (sesemon Madura). Ada pesan menjelang akhir hayatnya yang hingga kini menjadi pegangan putra dan cucu-cucunya; "Jangan sesekali meninggalkan sholat, selalu rukun dan memelihara tali silaturahim serta jangan berebut harta pusaka, usahakan setiap malam sholat lail (tahajjud)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai menamatkan Kweek School Muhammadiyah di Yogjakarta tahun 1940, tokoh ulama jawa timur ini terus menimba ilmu sambil menekuni buku literatur berbahasa Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Cina dan Jepang, teristimewa yang erat kaitannya dengan filsafat dan kerohanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama ahli metafisika yang memiliki "kasyf" tersebut juga amat terampil memafhumi hampir seluruh alat musik mulai petik,gesek, tiup sampai tuts piano. Muasal kelangkaan ilmunya, alhasil orang menyebut "Tera Ta Adamar" (bhs Madura) bermakna benderang tanpa pelita, lantaran bertumpu pijak yang berkhidmat pada ladang spiritual terutama ibadah sholat sebagai mi'rajnya kaum muslimin menuju titik sumbu Rabbul Izzati. Itulah sebabnya hakikat ilmu letaknya bukan di kepala tetapi di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hayatnya diamalkan untuk pendidikan dan dakwah Islamiyah. Tahun 1947 memangku sebagai Komandan Resimen Hizbullah, dua tahun kemudian mendirikan Yayasan Pesantren Sumenep. Selama perjuangan fisik bersama-sama rekan-rekannya setahun lebih meringkuk di Penjara Kalisosok Surabaya. Berikutnya tahun 1954 Ketua Muhammadiyah cabang Sumenep, Kepala SMA Yayasan Pesantren, mengajar bahasa Jerman dan Perancis di SMA Sumenep sekitar tahun 1960-1965 serta dosen di IKIP Negeri dan pernah mendirikan Akademi Metafisika. Hingga akhir hayatnya, selain mengasuh Pesantren Kepanjin Sumenep juga menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep, Ketua Umum GUPPI Jawa Timur, Ketua MUI Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur. Banyak buah penanya, senantiasa mewarnai langgam kehidupan rohaninya yang mapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-6444314981142471225?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/6444314981142471225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan_7894.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/6444314981142471225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/6444314981142471225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan_7894.html' title='SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY3'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-8407979884065786644</id><published>2010-05-05T16:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T16:59:54.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog 2'/><title type='text'>SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY 2</title><content type='html'>Malam Ke 2 : Kitab Suci Bible&lt;br /&gt;A: Sejak Kapankah saudara beragama atau masuk Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sejak saya dilahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, memang saya menyadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-rasul Matius, Lukas, Johanes dan Rasul Markus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak maksudkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar, atau keduanya salah dan MUSTAHIL kedua-duanya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Satu misal lain; ada orang berkata si A mempunyai tiga orang anak dan seorang lain mengatakan si A mempunyai sepuluh orang anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satu saja yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi kalau begitu bukan Kitab Suci lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul Kesuciannya telah batal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat perselisihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda, Ringkasnya sudah tidak suci lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain, apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu Kitab Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci, Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian Bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya BANYAK yang berselisih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: PERTAMA soal Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana pendapat saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus menjadi ANAK TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dalam Matius Pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: "Maka suatu suara dari langit mengatakan: "Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya Aku berkenan". Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, menyebutkan bahwa Yesus itu anak Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 5 ayat 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan :"Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-anak Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan "ANAK ALLAH" itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap Anak Allah, maka semua orang mendamaikan manusiapun menjadi ANAK-ANAK ALLAH. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah, tetapi ada terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dalam Yahya pasal 14 ayat 9 disebutkan: "Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa", dan di Ayat 10 disebutkan: "Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, silahkan saudara periksa Yahya pasal 17 ayat 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: "Aku di dalam mereka itu, dan engkau di dalam Aku; Supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata "Aku didalam mereka". Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan "Aku" ialah Tuhan. Jadi kata "Aku" beserta "mereka" artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang jumlahnya. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi 15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat yang manakah yang akan saudara yakinkan, yang tiga menjadi tunggalkah atau yang 15 itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. Silahkan periksa Yahya pasal 17 ayat 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini menyebutkan: "Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap cetakan ke II, disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal), dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian manakah yang benar. Bibel yang diakui kitab suci oleh saudara, tetapi isinya bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Disatu ayat menyebutkan Tuhan dan Yesus menjadi satu, dilain ayat lima belas menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu Pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat yang mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal), bukan tiga menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan buka di Ulangan pasal 4 ayat 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama, apakah terdapat juga di Perjanjian Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah, Silahkan saudara buka Markus, pasal 12 ayat 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di Ulangan pasal 6 ayat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini disebutkan :" Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, salah satu Pasti salah atau kedua-keduanya salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian apakah dapat diyakinkan kebenarannya suatu Kitab Suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan, kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut kepercayaan saudara apakah Yesus bersatu dengan Allah..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam Yahya 10, 30, yang bunyinya sebagai berikut: "Aku dan Bapa itu satu adanya". demikian juga Roh Suci sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh Pembaptis yaitu Yahya. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 27 ayat 46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan:" Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring katanya: "Eli, eli lama sabaktani" artinya: "Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehinga Yesus sendiri minta tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk di salib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk di salib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan lain kata Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bible itu ada yang simpang siur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dari sebab itu mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada tuhan demikian. Dan saya lanjutkan bertanya apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Pasti dilaknat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran., oleh karena menurut keterangan saudara, hidupnya Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia. Andaikan tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ini memang tidak masuk di akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti Roh malaikat, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia bersatu (kesurupan) jin itu, apakah dia disebut jin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mestinya tidak juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusannya (pesuruh)Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam Yahya pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: "supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Benar Begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Mestinya begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus Tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus Makan, Tuhan tidak Sakit tetapi Yesus Sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus Menyembah Tuhan, Tuhan tidak mati tetapi Yesus Mati, walaupun menurut i'tikad Kristen hidup kembali tetapi ia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang menyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu silahkan buka Markus pasal 13 ayat 31, 32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, ayat itu menyebutkan: "Sesungguhnya langit dan Bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya kiamat, yang termasuk sesuatu yang gaib. yang tidak tahu itu pasti bukan tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya diayat ini dengan kata "Anak" yang berarti ia anak tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan buka Matius pasal 1 ayat 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ disebutkan: "dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi Keluaran pasal 4 ayat 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ disebutkan: "Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir'aun demikian: "Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak keberapa, silahkan buka lagi Yeremia pasal 31 ayat 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat ini menyebutkan; "Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak tuhan itu banyak bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan Anak dalam itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: tetapi dalam Matius pasal 1 ayat 18 menyebutkan sebagai berikut: "Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada Rohulkudus". Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak tuhan, sebagaimana juga di Matius pasal 1 ayat 20 menyebutkan: "Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: "Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungannya itu terbitnya dari pada Rohulkudus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau Begitu silahkan buka: Kisah Rasul pasal 6 ayat 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, ayat itu menyebutkan: "Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Rohulkudus, dan lagi Philipus, dan Prokhorus, dan Nikanor, dan Simon, dan Parmenas, dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Rohulkudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Rohulkudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya pada Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur'an Rohulkudus (Roh Suci) itu berarti Jibril. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para Nabi yang terdahulu adalah Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan Periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, Pasal dan ayat ini menyebutkan: "Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan Rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di Bibel Sendiri menyebutkan bahwa Rohulkudus itu bukan Tuhan; dengan lain kata bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam Kisah Rasul pasal 5 ayat 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat tersebut menyebutkan: "Dalam kami inilah saksi atas segala perkara itu, demikian juga Rohulkudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa lagi dalam Lukas pasal 1 ayat 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Pasal ini menyebutkan bahwa: "Maka berlakulah tatkala Elisabeth mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabeth penuh dengan Rohulkudus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sudah jelas sekali bahwa arti Rohulkudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Rohulkudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah, maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabeth (Istri Zakaria)pun mestinya Tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Yesus dianggap tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati, Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, periksa di Kitab raja-raja yang kedua pasal 13 ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini ada menyebutkan: "Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah tulang-tulang Ketuhanan. Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, disini menyebutkan: " Maka di dengar akan Do'a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu periksa Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat 17 dan ayat 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu Elisapun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifatnya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sekali lagi, Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit Lepra (penyakit kusta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10 dan ayat 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi Elisapun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa percampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa Bapa dan Ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa (eve) asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu Yesuspun berdosa, Karena Yesus keturunan Maria, sedangkan Maria Keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dimana ceritera itu disebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di Bibel. Silahkan saudara periksa Lukas, pasal 4 ayat 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di situ menyebutkan: "Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung ......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa sendiri di "Matius" pasal 6 ayat 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jafi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut "Putera Tuhan" atau "Tuhan Anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Benarkah demikian pendapat Saudara..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya Lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan.&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di "Ibrani" pasal 7 ayat 1, 2 dan 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: "Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim".&lt;br /&gt;"Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai". Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: "Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah . Ia itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata "Ia" di ayat ini maksudnya ialah "Yesus". Jadi Yesus beserta dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah : "Serta" atau beserta.&lt;br /&gt;Kalau ada orang berkata "Si Salim dengan si Amin" maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan "Ia" (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi dalam kitab: "Wahyu", pasal 22 ayat 13 menyebutkan: "Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan saudara periksa di Kitab "Wahyu" tersebut pasal 21 ayat 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku: "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di ayat itu menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku", Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu Allah yang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: "Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada". Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau Yesus dikatakan "Permulaan". maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: "seorang yang terkemudian", dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: "Permulaan", bukan pula "yang terkemudian", bukan yang "awal", maupaun: "yang akhir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: "permulaan". Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut "Permulaan". dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut "yang terkemudian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut "permulaan", maka apa dengan dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui tuhan juga oleh saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: di pasal manakah menyebutkan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen. Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da'wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 3 : Soal Ketuhanan Yesus&lt;br /&gt;A: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan Yesus dalam Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar bapak menunjukkan ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kemarin malam, telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain; setujukah saudara pendapat saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas baiklah diulangi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di sini jelas , ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, pada pertemuan pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti. Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata: "Yesus dan Kristus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: "Melepaskan", melepaskan manusia daripada dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Darimanakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan saudara. silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : "Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: "Christ the Lord", didalam Injil bahasa Arab disebut: "Almasih Ar-Robb". Kata "Lord dan Robb" artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan diayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Benar yang bapak maksudkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini menyebutkan : "Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, sudah bapak terangkan kemarin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di sini menyebutkan: "Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kitab Injil saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Inipun telah saya terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: "Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27 ayat 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini menyebutkan: "Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat ini ada menyebutkan: "Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: "Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan.&lt;br /&gt;Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik diayat ini menyebutkan: "Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus periksa di Johanes pasal 5 ayat 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini menyebutkan : "Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu jelas bahwa:&lt;br /&gt;1. Yesus Datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain.&lt;br /&gt;2. Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati.&lt;br /&gt;3. Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa "tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama, terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel, dan keistimewaan bapak ini saya merasa kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran Agama Islam. Kalau saudara merasa kagum kepada saya, maka sayapun lebih merasa kagum lagi kepada saudara selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam ini. Baiklah kita lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, dipasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: "Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: "Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa".&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: "Percayalah yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, maka saudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, saya ingin bertanya: "Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah "Yesus dan Tuhan". Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu Tuhan Bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: "Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: "Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: "Bapaku itu lebih dari aku", ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: "Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 yang menyebutkan bahwa "Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa", seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya berpendapat ada dua macam penafsiran :&lt;br /&gt;1. Yesus adalah Tuhan.&lt;br /&gt;2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan, Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Disatu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya..?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Andaikan saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: "Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus" sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa penafsiran saudara itu tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dimanakah menyebutkan demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalimat, "Bapa dalam saya", dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata "biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya". Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan saudara baca di Johanes pasal 17 ayat 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, ayat tersebut menyebutkan: "Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan. Sebetulnya keterangan-keterangan bapak telah memuaskan saya, namun demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap bapak tunjukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik saya penuhi pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: "Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: "Tiada Allah melainkan engkau". Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, "tiada Tuhan melainkan Allah" mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan. Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: "Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa "Engkaulah yang menyuruh aku". Jadi Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan saudara periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini menyebutkan : "Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, ayat ini menyebutkan: "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Cukup sampai disitu. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan : "Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah".&lt;br /&gt;Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: "Maka suatu suara dari langit mengatakan:" Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan"&lt;br /&gt;Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: "Maka ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu".&lt;br /&gt;Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: "Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu".&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galitiah : Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korintus : Pasal 1 ayat 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku dikitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri berkata: "anak manusia" bukan anak Tuhan, Jadi jumlah ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan "Anak Kapal", "Anak Sekolah", tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat tersebut demikian bunyinya : "Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata "Utusan Tuhan itu adalah Tuhan", bisakah terjadi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah jelas dan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini menyebutkan: "Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini menyebutkan : " Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. Sesuai dengan pengharapan saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibel dan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini menyebutkan: " Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali kenegeri itu, ia merasa lapar". Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan ayat-ayat Injil yang bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:&lt;br /&gt;1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)&lt;br /&gt;2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)&lt;br /&gt;3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)&lt;br /&gt;Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya. Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya sudah mengerti terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tetapi saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti "Anak dan Bapa" dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dalam bahasa Ibrani kata "Bapa" itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata "anak" dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dasar apakah yang dipergunakan oleh bapak tentang keterangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil Matius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini disebutkan: "Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat "Anak Allah", kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Terserah saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 4 : Yesus Penebus Dosa&lt;br /&gt;A: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Memang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dimanakah menyebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tolong bacakanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di sini ada menyebutkan: "Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bacakanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Disini menyebutkan: "Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: "Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, kalau saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara baca sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau benar sanggahan saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: "Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi dapat juga saya artikan: "Kaum" itu dengan "Bangsa", ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dengan dasar apa saudara memberi arti begitu. Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata "Kaumnya". Taruh kata saudara alihkan kata: "Kaum" dengan arti "Bangsa", maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya masih belum yakin keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara sudah periksa di Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini menyebutkan: "Maka jawab Yesus, katanya "Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil"".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus.&lt;br /&gt;Dan di Injil Matius yang saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri "Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain". Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tidak apa saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul : "Bijbellezingen voor het Huisgezin". Setujukah saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di bab: "De onderdanen van het koningrijk" halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah ini dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: "Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide : "Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van huis israel""&lt;br /&gt;Kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia: "Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya ?. Maka jawab Yesus, katanya : "Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, kalau saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan saudara membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: "Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: "Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan".&lt;br /&gt;Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib.&lt;br /&gt;Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: "Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: "Eli, Eli, lama sabachtani", artinya "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan , melainkan badan kemanusiaannya Yesus , oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara menjawab tetap disitu, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: "Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku"&lt;br /&gt;Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia diluar bani Israil supaya percaya kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat saudara. Kalau saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa bani Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Entahlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mengapa dalam kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya bani Israil, Dengan demikian maka orang bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan keterangan saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangannya Yesus memang untuk disalib.&lt;br /&gt;Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya bani Israil dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa.&lt;br /&gt;Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus di Salib dosa bisa terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: "Kayu Salib"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, disini disebutkan: "Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: "Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut keterangan saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara baca menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terima kasih , saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah terserah saudara&lt;br /&gt;Malam Ke 5 : Dosa Waris&lt;br /&gt;B: Saya ingin menerima penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosanya Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya, mestinya setiap manusia memikul dosanya dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosanya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosanya Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau keterangan saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: "orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada saudara; sejak umur berapa saudara di baptis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan disana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosanya Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayipun sudah membawa dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan kitab Bibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosanya Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosanya Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, mestinya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: dipasal dan ayat ini menyebutkan: "Tetapi kata Yesus. "Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah,�perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata : Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya betul demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu, apakah gunanya saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada saudara diwaktu saudara berumur tiga bulan, Jadi apakah sekarang saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Seperti bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan saudara terhadap dosa waris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa aman-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: tidak membawa dosa yang bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Syukur saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan masuk neraka, dan dimanakah letaknya keadilan Tuhan kalau demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Syukur kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Tidak bisa, malah tidak boleh; baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Jawaban "tidak boleh" itu apakah menurut pendapat bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris.&lt;br /&gt;Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau di dalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: kalau buku agama Islam yang saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya Al Qur�an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri, dan berbeda dengan kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al Qur�an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat dengan ayat yang lain bersimpang siur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al Qur�an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat Al Qur�an yang saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: "Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit juapun" (Surat Ath Thurr ayat 21). Diayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan pun mengenai pahala warispun tidak ada. Yang masuk surga bersama Ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri. Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: "Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing)". Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing bukan warisan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Apakah di dalam Kitab Al Qur�an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ada, cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan dirumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al Qur�an Bahasa Indonesia. Mungkin juga saudara-saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al Qur�an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya , akan kami catat: lalu akan kami cocokkan dirumah dengan Al Qur�an kami. Tapi kalau bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, silahkan bapak sebutkan, kami akan catat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan saudara catat nama Surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: baik, kami setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A:&lt;br /&gt;1 . Surat Al Baqarah, ayat 286.&lt;br /&gt;"Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan" Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 . Surat Al Baqarah, ayat 123.&lt;br /&gt;"Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain".&lt;br /&gt;Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 . Surat Al Ankabut, ayat 6&lt;br /&gt;"Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 . Surat Yaasiin, ayat 54&lt;br /&gt;"Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 . Surat Al Isra� , ayat 15&lt;br /&gt;"Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 . Surat An Najm, ayat 38 dan 39&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 . Surat Luqman, ayat 33.&lt;br /&gt;"Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya.&lt;br /&gt;Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadist Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: "Mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya". Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu, disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran "perbuatan" tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Hadist Nabi yang saudara bawakan itu susunannya demikian:&lt;br /&gt;"Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim)". Akan tetapi hakekatnya Hadist itu Tidak Sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al Qur�an. Walaupun oleh karena saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang Hadist-hadist Sahih dan Hadist-hadist Palsu, maka agar saudara yang hadir dipertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti dari pada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al Qur�an.&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut , tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya, di dengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: "Cukuplah buat kamu Ayat Al Qur�an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Nah, kalau begitu pak kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al Qur�an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya, seharusnya begitu; sebagaimana tersebut dalam kitab Bibel dan Al Qur�an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan saudara, silahkan saudara periksa di Injil: "Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: "Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan keatas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil". " yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ayat ini menerangkan /menyebutkan: "Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah sangat jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu baiklah kita lanjutkan. Diayat saudara bacakan tadi ada sebutan "Anak manusia". Bapanya silahkan saudara bacakan sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: "Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya�"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: bagaimana menurut pengertian saudara yang dimaksudkan dengan "Anak Manusia dan Bapanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Periksa lagi: "Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen " pasal 5 ayat 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baik ayat ini menyebutkan: " Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata dihadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu lantas bagaimana dosanya Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dalam sejarah Agama Kristen kita kenal yang disebut: "biechten", ialah orang yang berbuat dosa, dan "de biechtafleggen", ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya , dan "Biecht-vader", ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut "Aflaat-brieven" atau Indul gences, yang artinya kemurahan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan bapak memuaskan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rabib (nonnik) bernama "Tetzel" dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja "Saint Pieter Kerk" di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 6 : Kitab Al Qur�an dan Kitab Bibel&lt;br /&gt;A: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al Qur�an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al Qur�an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al Qur�an yang bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu tidak mungkin ada malah tidak masuk di akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Syukur kalau saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah saudara soal yang akan diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah kami mulai; kami pernah membaca ayat-ayat Al Qur�an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehinga menimbulkan keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al Qur�an nya yang berselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah saudara terangkan saja ayat-ayat Al Qur�an yang saudara maksudkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kami telah membaca ayat-ayat Al Qur�an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al Qur�an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al Qur�an demikian juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silahkan saudara sebutkan ayat-ayat Al Qur�an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh saudara itu akan terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca.&lt;br /&gt;1 . Dikitab Al Qur�an surat Ar Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar.&lt;br /&gt;2 . Di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).&lt;br /&gt;3 . Disurat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: "dan Tuhan menciptakan manusia dari Tanah"&lt;br /&gt;4 . Di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: "Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat"&lt;br /&gt;5 . Disurat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: "Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari "tanah", diayat ke empat menyebutkan daripada "tanah liat". Di ayat kelima menyebutkan dari pada "tanah". Bukankah ayat-ayat Al Qur�an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan saudara. Teruskan pertanyaan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kami ingin bertanya; yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu. Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau dari pada tanah biasa, atau dari tanah liatkah ?. Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al Qur�an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Di kitab Al Qur�an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang hadir disini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang saudara bacakan artinya tadi.&lt;br /&gt;Pertama : Di surat Ar Rahman ayat 14: "Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah : Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar" atau Oksigen.&lt;br /&gt;Kedua: Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar", yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbonium.&lt;br /&gt;Ketiga: Di surat Al Hijr, ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)" . Di ayat ini. Tersebut juga "shal-shal", telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogenium.&lt;br /&gt;Keempat : Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada "tanah"". Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogenium.&lt;br /&gt;Kelima: Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat". Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum.&lt;br /&gt;Keenam: Di Surat Ali Imran ayat 59: " Dia (Allah) menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk manusia". Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".&lt;br /&gt;Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 28: "Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh ayat Al Qur�an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata "turab" (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara "Fakhkhar" yakni Carbonium (zat arang) dengan "shal-shal" yakni Oksigenium (zat pembakar) dan "hamaa-in" yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air).&lt;br /&gt;Jelasnya adalah persenyawaan antara:&lt;br /&gt;1 . Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14.&lt;br /&gt;2 . Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14.&lt;br /&gt;3 . Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28&lt;br /&gt;4 . Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7.&lt;br /&gt;Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut "laazib" (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut "Turab" (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah "Zat Kalium", yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya "Proteinisasi", menjelmakan "proses penggantian" yang disebut "Substitusi". Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga "sebab ujud" atau Causa Formatis.&lt;br /&gt;Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.&lt;br /&gt;Cukup jelas tentang ayat-ayat Al Qur�an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al Qur�an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al Qur�an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon di beri waktu yang khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapapun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Coba saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang saudara maksudkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan keterangan saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa Ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus saudara tidak Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik yang bagaimana yang saudara maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Keterangan-keterangan bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak berhak memaksa saudara, atau mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah kita lanjutkan Besok Malam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-8407979884065786644?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/8407979884065786644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8407979884065786644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/8407979884065786644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan_05.html' title='SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY 2'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-4702502984734299096</id><published>2010-05-05T09:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T16:51:06.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dialog'/><title type='text'>SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY</title><content type='html'>&lt;b&gt;MUKADDIMAH&lt;br /&gt;DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS&lt;br /&gt;Oleh : KH. BAHAUDIN MUDHARY&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Beragama adalah hak bagi setiap manusia yang merupakan wujud dari kesadaran dirinya sebagai hamba sang Pencipta. Tidak seorangpun boleh memaksa orang lain untuk memeluk atau keluar dari suatu agama. Sungguh amat naif jika seseorang melakukan sesuatu peribadatan tanpa keyakinan, disebabkan keterpaksaan psikologis, moral maupun material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didunia ini terdapat berbagai kepercayaan dan agama yang masing-masing mengklaim dirinya sebagai agama yang paling benar, sedangkan yang lain adalah sesat. Diantaranya adalah Agama Kristen yang memiliki pemeluk terbesar di dunia. Dengan figur Yesus sebagai Tuhan dan Penebus Dosa, Kristen setiap saat menyapa manusia untuk menerima doktrin dan ajarannya. Tetapi, setiap ia berbenturan dengan keyakinan lain, terutama dengan Islam, Yesus selalu dipertanyakan: "Dia manusia ataukah tuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Kristen bertemu dengan seorang muslim bernama K.H. Bahaudin Mudhary, ia ditanya keabsahan doktrin ketuhanannya sekaligus Al Kitabnya. Hanya dengan berdasarkan ayat-ayat kitab suci kristen sendiri, Bahaudin Mudhary mengungkap kerancuan dogma ketuhanan Yesus sebagaimana yang disampaikan dalam dialog dengan seorang misionaris Kristen bernama Antonius Widuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang sudah dicetak berulangkali dan juga diterbitkan di Inggris oleh Cambridge University Press ini adalah hasil dialog tersebut, yang sudah menjadi kitab rujukan dalam kajian ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;Buku Dialog Masalah Ketuhanan Yesus ini telah mengalami cetak ulang beberapa kali, bahkan sudah beredar di negara-negara Timur Tengah dalam edisi Bahasa Arab, dicetak di Inggris oleh University Press Cambridge, dan memang luar biasa peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Untuk cetakan kelima kali ini sengaja kami menjalin kerjasama dengan Penerbit Pustaka Da�I yang sudah lama menerbitkan beberapa buah pena almarhum K.H. Bahaudin Mudhady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja isinya persis seperti cetakan pertama Tahun 1971, meski dengan bentuk dan perwajahan yang tampil beda. Dan pertama Tahun 1971, meski dengan bentuk dan perwajahan yang tampil beda. Dan juga adanya tambahan, sebuah surprise yang datangnya dari teman sejawat ayahanda Almarhum yaitu Bapak KH. Abdullah Wasi�an yang berkenan memberikan sambutan untuk cetakan kelima ini. Insya Allah, ada makna dan maslahahnya bagi segenap pengagum buah pikir Alm. Kyai Bahaudin Mudhary, terutama bagi kami seluruh keluarga Almarhum dan Yayasan Pesantren Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ke 1 : Asal Mula terjadinya Pertemuan&lt;br /&gt;Pada malam Selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang Santri (Pelajar) dari Pesantren Sumenep (Sdr. Marzuki mengadakan sekedar selamatan tahun baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah tim Akuntan) yang sementara oleh Kantor Akuntan Jakarta ditugaskan di P.N.Garam di Kalianget. Saudara Markam berasal dari Padang beragama Islam, dan saudara Antonius Widuri berasal dari Yogyakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada selamatan tersebut ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhary yang memang sudah dikenal sebelumnya. Oleh kawan-kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah dan rasa gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhary, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terkandung untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam Agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan i'tikad, kepercayaan diantara kedua agama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saudara Markam, karena Bapak Kyai sedang berada disini, kalau bisa dilain waktu untuk menemui beliau, diberi waktu cukup. Akan tetapi sekiranya bapak Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara di sini tidak keberatan, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya, agar saudara-saudara tidak salah faham, karena hal tersebut, hanya dari hati ke hati saja, yakni hanya soal keyakinan pribadi semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan tidak keberatan asalkan berkisar dalam soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap siapapun. Jadi hanya merupakan soal jawab antara pribadi dengan pribadi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antar pribadi ini tidak selesai malam ini juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang lain. Oleh saudara Markam dan saudara Antonius dijawab, bahwa yang penting adalah kepuasan, walaupun memerlukan waktu lama baik siang maupun malam. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan pribadi semata-mata bukan pertemuan dengan undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diterangkan dalam soal-jawab ini nama-namanya disingkatkan&lt;br /&gt;Huruf: "A" singkatan untuk Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf "B" singkatan dari Antonius atau saudara Markam. Karena Saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSETUJUAN BERSAMA&lt;br /&gt;A: Sebelum diadakan pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu yang di rasa penting yang patut kita atur terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Hal itu kita serahkan saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya pertemuan kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah tidak sebaiknya pertemuan kita ini dicatat saja dan bila dirasa perlu kita gunakan tape recorder untuk dijadikan kenang-kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, kita setuju pendapat Bapak Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kalau begitu saya akan minta bantuan kepada seorang saudara untuk mencatat pembicaraan kita masing-masing. Dan apakah saudara tidak keberatan hasil pembicaraan kita nanti sekiranya panjang perlu untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita jadikan buku (dibukukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Buat saya tidak keberatan, asal membawa manfaaat untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Jadi saudara setuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, sangat setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Terima kasih, sekarang saya ingin menanyakan, maksud saudara menemui saya. Dan tadi saudara menyebut tentang agama Kristen dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Begini Pak Kyai, secara terus terang dengan hati ikhlas saya sampaikan bahwa saya adalah seorang yang beragama Kristen Katolik. Seringkali juga membaca buku-buku agama Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama majalah Kiblat yang terbit di Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah tersebut, lalu timbul keinginan saya untuk mempelajari dan meneliti agama Islam. Akan tetapi keinginan itu selalu saya sembunyikan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dimanakah saudara mendapat buku-buku Islam dan Majalah Kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Secara tidak disengaja, saya sering menemukan di meja kawan. Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena buku dan majalah tersebut berkelainan dengan keyakinan saya. Pada suatu malam saya tidak bisa tidur, padahal saya ingin beristirahat, lalu saya mondar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ketempat saya secara tidak sengaja, saya ambil majalah tersebut, tanpa kesadaran saya bawa ketempat tidur, lalu saya buka-buka lembaran, mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya supaya tidur. Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang kristen, tanpa pikir saya membaca. Mula-mula hati saya selaku orang kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkan saya supaya terus membacanya, pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati saya untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinan saya. Entah karena apa saya lantas ingin membaca buku-buku Islam dan Majalah-majalah Islam. Malah sering saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan. Makin lama, bertambah timbul dorongan hati saya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut. Secara diam-diam saya terus membaca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Apakah saudara telah mempelajari kitab Injil Cukup Mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Menurut perasaan saya, Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut ukuran kemampuan yang ada pada saya saja. Entah lagi dalam penilaian orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kemudian Bagaimana Kelanjutan keinginan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Setelah saya meneliti buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui, maka dorongan hati saya untuk melepaskan keinginan saya tak dapat saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya tentang agama Islam pada beberapa orang yang saya temui, tetapi keterangannya itu belum ada yang memuaskan hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kepada siapa saja saudara bertanya tentang ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kepada siapa saja yang saya temui, disamping pembicaraan yang lain.&lt;br /&gt;Jadi saya bertanya-tanya merupakan selingan-selingan saja dari pada yang menjadi pokok pembicaraan. Jadi tidak secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Setelah itu adakah suatu pengaruh pada saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, anehnya saya mulai tidak rajin lagi pergi ke gereja, mungkin inilah pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Kemudian bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Oleh Karena saya tidak merasa puas dari orang-orang yang memberikan keterangan tentang Islam, lalu saya bicarakan kepada saudara Markam. Oleh saudara Markam saya diajak kerumah Bapak Kyai Baha. Maka saya perlukan datang kemari diantar oleh saudara Markam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Mungkin saudara belum mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak sebaiknya saudara meneliti kembali ajaran-ajaran agama Kristen sebelum diadakan pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau begitu apakah orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan mempelajari agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Bukan begitu, maksud saya ialah bahwa agama Islam itu bersikap toleransi terhadap semua agama dan pemeluknya. Walaupun ajaran Islam tidak dibolehkan memaksa siapapaun untuk memeluk agama Islam. Pemeluk-pemeluk Islam hanya diharuskan melakukan da'wah terhadap siapapun yang sudi menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi, sayapun memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikut. Pendirian saya setiap orang bebas memilih agama menurut keyakinannya dan berpindah agama menurut keyakinannya pula, yang tentu sebelumnya didahului oleh penelitian dan pertimbangan-pertimbangan yang mendalam sesuai dengan kemampuannya, baik dengan perantaraan buku-buku, Kitab-kitab, maupun dengan soal jawab (diskusi) atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Betul, akan tetapi asalkan dengan cara yang wajar, sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran antara pemeluk suatu agama dan penganut agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Itulah yang saya maksudkan agar kedatangan saya kepada Bapak Kyai tidak sampai timbul sangka-sangka dan dugaan-dugaan yang tidak wajar, melainkan dengan tujuan mencari kebenaran dalam memeluk suatu agama. Ringkasnya saya memeluk suatu agama di atas dasar penelitian dari segi rasio maupun dengan ilmu jiwa, dari segi ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan yang kokoh dalam jiwa saya. Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya tidak mungkin menjadi orang yang ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Memang seharusnya demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ada saya jumpai, penganut suatu agama disebabkan karena keturunan, karena ayah dan ibunya menganut suatu agama, karena pengaruh pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan atau bisa jadi maksud untuk berlindung atau lainnya. Oleh karenanya saya berani bersumpah bahwa saya tidak termasuk pada orang-orang yang saya sebutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya hargai pendirian saudara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Oleh karena itulah saya menemui bapak kyai untuk menguraikan isi hati saya yang telah lama saya kandung. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya Bapak kyai memberikan waktu kepada saya; terserah menurut kesempatan Bapak kyai karena sekarang sudah tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya secepat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Baik, Besok malam saja saudara datang lagi, dengan catatan tidak usah beritahukan dulu pada orang lain. Saya usahakan tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Akan tetapi bagaimana kalau ada orang yang datang ingin mendengarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Pokoknya pertemuan kita di usahakan supaya tidak sampai diketahui orang lain, tetapi kalau dipandang perlu saya kira boleh saja, daripada hasil pertemuan kita diberitahukan. Sekiranya besok malam ada orang datang hanya ingin mendengarkan, hal itu terserah kepada mereka sendiri, pokoknya kita tidak mengundang mereka dan mereka tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Baiklah, Semoga pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan pribadi, bukan untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Memang demikianlah rencana saya dan supaya saudara-saudara yang ada disini tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Saya setuju dengan pendapat Bapak Kyai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Adakah Saudara mempunyai Kitab Injil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, Saya mempunyai kitab: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang berbahasa Inggris: "The Holy Bible" dan ada juga kitab bahasa Belanda "Bijbellezingen voor het Huisgezin dan ada juga "Al Kitab" terbitan tahun 1968, dan yang terbitan tahun 1970 dan Kitab Zabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Saya harap kitab-kitab yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya besok malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Ya, saya akan bawa semuanya. Apakah Bapak Kyai mempunyai juga kitab tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Dulu pernah mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai sekarang belum dikembalikan, namun saya telah membacanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B: Kalau begitu saya akan bawa semua Kitab-kitab Kristen yang ada pada saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-4702502984734299096?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/4702502984734299096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/4702502984734299096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/4702502984734299096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/05/sembilan-malam-dialog-masalah-ketuhanan.html' title='SEMBILAN MALAM DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS KH. BAHAUDIN MUDHARY'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-32389919171033940</id><published>2010-04-26T03:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T03:37:31.069-07:00</updated><title type='text'>Swiss Larang Menara Azan - international.okezone.com</title><content type='html'>&lt;a href="http://international.okezone.com/read/2009/11/30/18/280208/18/swiss-larang-menara-azan"&gt;Swiss Larang Menara Azan - international.okezone.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-32389919171033940?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://international.okezone.com/read/2009/11/30/18/280208/18/swiss-larang-menara-azan' title='Swiss Larang Menara Azan - international.okezone.com'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/32389919171033940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/04/swiss-larang-menara-azan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/32389919171033940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/32389919171033940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/04/swiss-larang-menara-azan.html' title='Swiss Larang Menara Azan - international.okezone.com'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-9052828574204172506</id><published>2010-02-23T20:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T11:36:58.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hewan Berakal'/><title type='text'>Hewan Berakal ?.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S4SsKp2c7AI/AAAAAAAAACc/QrR0vUUlMf8/s1600-h/Foto0372.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S4SsKp2c7AI/AAAAAAAAACc/QrR0vUUlMf8/s320/Foto0372.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441663548803312642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);"&gt;Melata itu sifat binatang. Karena pada hakikatnya manusia memiliki tabi'at seperti Binatang. Namun pada diri manusia itu diciptakan kontrol pengendali untuk keseimbangannya. Diantara manusia ada yang mampu dan yang tidak mampu menempatkan dirinya sebagaimana layaknya agar bisa disebut manusia. Allah menyerupakan manusia seperti binatang, khusus bagi yang buas dalam menjalani hidup, bahkan disebut lebih gila dari binatang. Coba secara Biologis Binatang bisa menciptakan keturunan menurut aturan yang berlaku secara klasifikasi. Ayam contohnya hanya bisa berhubung dengan Ayam, kambing hanya bisa berhubungan dengan kambing dll. Tetapi manusia Obnormal, celaka, bisa tidur dengan siapa saja termasuk binatang, dan sering menyalahi kodrat. Jelasnya manusia itu adalah aktor yang paling menentukan gerak dan arah gerak kehidupan didunia. Allah tidak pernah menyebut binatang menjadi Sebab, tetapi manusia yang menjadi sebab. Apapun jenis kehidupan di Alam semesta ini tidak sama dengan manusia dan tak akaan menjaadi sebab. Sehingga firman Allah telah membuktikan bahwa kerusakan Alam semesta itu sebab manusia. Manusia dari bahasa berarti pelupa,  atau makhluq yang tertinggal, artinya ia diciptakan terakhir dengan desain Tuhan untuk memimpin Alam semesta dengan menempatkannya di dunia sebagai markaz pengendali. Dengan selaksa keanehan pada diri manusia, nyata sekali bahwa manusi adalah sumber peristiwa dan kebangkitan zaman demi zaman. Sebagai periode makhluk yang bernama manusia, menggambarkan sebuah era kehidupan yang penuh dengan demensi, atau gelombang frekwensi yang menyuguhkan peradaban yang senantiasa berkembang. Tiada makhluk setanding manusia, siapapun makhluqnya. Dengan prilaku, karakter  atau watak, manusiaa berdiri pada ide ide innovasi dan aktual. Setiap zaman dilalui dengan kemajuan melangkah dan perkembangan kecerdasan yang menghasilkan kesimpulan berkarya dan berwacana. Lalu mungkinkah manusia itu sebuah evolusi dari hewan. Jelas tidak masuk akal. Tidak ada satupun jenis makhluq selain manusia yang memiliki tingkat kecerdasan yang memungkinkan mereka berkembang peradabannya, apapun jenisnya makhluq itu tidak akan pernah sama dengan manusia yang memiliki demensi kehidupan meningkat dan melaju pesat menurut kelompoknya. Lalu jenis hewan mana yang mirip manusia, tidak pernah ada susunan organ tubuh yang sama dengan manusia, yang kemudian mempengaruhi cara pergaulannya, aktivitasnya, keturunan, asuhannya, biologisnya, cara hidupnya dan tingkat kecerdasannya, bahkan hewan yang namanya kera ketika dididik itu sifatnya monoton, lamban dan masih memerlukan komando manusia. Ada proses kehidupan yang tentu sangat berbeda dari manusia, yaitu kelahiran. Bayi untuk menjadi berfungsi wajar, itu memerlukan proses 1 tahun dengan segala kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-9052828574204172506?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/9052828574204172506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/02/kom.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/9052828574204172506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/9052828574204172506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2010/02/kom.html' title='Hewan Berakal ?.'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S4SsKp2c7AI/AAAAAAAAACc/QrR0vUUlMf8/s72-c/Foto0372.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5362721417148680074.post-1287013032688049318</id><published>2009-12-08T01:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T21:14:23.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alvin'/><title type='text'>Memahami hidup.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hidup itu anugrah Allah, penuh cinta, penuh kasih dan sayang. Dimata-Nya, hidup adalah pengabdian sang hamba sahaya. Belaian-Nya adalah belaian Tangan Tangan yang penuh kelembutan. Namun syukur &lt;span style="font-size:130%;"&gt;hamba-Nya tiada terucap, bibirnya terkatup dingin karena lumur dosa sekunjur tubuhnya. Manusia, sang pelupa, ingatannya adalah kelupaannya&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;Al Insan yang terkandung sifat lupa, terkandung sifat lalai menjadi penyebab hari hari dari kehidupan ini penuh dandanan ironi yang tidak dimengerti oleh manusia itu sendiri. Idialisme yang ada pada diri manusia selain melahirkan sifat dan sikap dinamis juga dapat mencedrai keunggulan, kemajuan dan harga diri manusia itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5362721417148680074-1287013032688049318?l=zulkarnain-el-madury.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/feeds/1287013032688049318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2009/12/memahami-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1287013032688049318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5362721417148680074/posts/default/1287013032688049318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulkarnain-el-madury.blogspot.com/2009/12/memahami-hidup.html' title='Memahami hidup.'/><author><name>H. Zulkarnain El-Madury</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16529972560273895778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_UBWgEXtahAk/S_oihmlfpPI/AAAAAAAAAD0/JXIO8HPB0ag/S220/28290_1299873417358_1246086353_30759066_4317604_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
