Hidup itu anugrah Allah, penuh cinta, penuh kasih dan sayang. Dimata-Nya, hidup adalah pengabdian sang hamba sahaya. Belaian-Nya adalah belaian Tangan Tangan yang penuh kelembutan. Namun syukur hamba-Nya tiada terucap, bibirnya terkatup dingin karena lumur dosa sekunjur tubuhnya. Manusia, sang pelupa, ingatannya adalah kelupaannya.Al Insan yang terkandung sifat lupa, terkandung sifat lalai menjadi penyebab hari hari dari kehidupan ini penuh dandanan ironi yang tidak dimengerti oleh manusia itu sendiri. Idialisme yang ada pada diri manusia selain melahirkan sifat dan sikap dinamis juga dapat mencedrai keunggulan, kemajuan dan harga diri manusia itu sendiri.
0 komentar:
Poskan Komentar
Berkomentarlah sepuas anda